MAKALAH
BUMI DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Dosen Pengampu : Drs.Abu Bakar,M.Pd
Disusun oleh:
Siti Mawansari (A1B116003)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAMBI
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Bumi merupakan suatu planet yang
istimewa bagi manusia. Bumi hingga sekarang ini merupakan satu-satunya planet
pada tata surya yang mempunyai kondisi yang memungkinkan adanya suatu kehidupan
karena adanya ketersediaan air dan juga oksigen, namun para peneliti masih
mencoba untuk mencari tahu apakah suatu hari nanti akan ada suatu planet yang
bisa ditinggali oleh manusia seperti Bumi sekarang ini. Sebagaimana planet yang
lain, dari jauh bumi tampak sebagai bola yang melayang mengedari matahari yang
mempunyai sebuah satelit yang disebut bulan.
Bagi manusia, apa yang ada , yang
telah disediakan oleh alam semesta masih merupakan misteri, masih
merupakan peristiwa yang gaib dan penuh rahasia, karena manusia masih memiliki
batas – batas imajinasinya untuk menjawab atas apa yang terjadi di alam semesta
ini. Namun, walaupun demikian, para ahli ilmu pengetahuan alam masih terus
mengadakan penelitian-penelitian untuk mengungkapkan tabir misteri tersebut.
Manusia masih menerka-nerka
peristiwa yang terjadi di alam semesta ini, seperti peristiwa yang melihat
bahwa matahari terbit di sebelah timur, tengah hari di atas kepala dan terbenam
di barat yang memunculkan hipotesis Geosentris dan Paleosentris.
B.
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat
dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
- Pengertian Bumi ?
- Apa saja yang termasuk struktur bumi ?
- Apa saja lapisan-lapisan bumi ?
- Apa saja bagian-bagian bumi?
- Apa saja iklim dan curah hujan di bumi ?
- Bagaimana proses terbentuknya benua dan samudera?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk
mengetahui lebih dalam tentang bumi, terutama segala sesuatu yang ada di dalam
bumi.Yaitu :
- Untuk menjelaskan dan mengetahui Pengertian Bumi
- Untuk menjelaskan dan mengetahui bagian-bagian bumi
- Untuk menjelaskan dan mengetahui apa saja lapisan-lapisan bumi.
- Untuk menjelaskan dan mengetahui bagian-bagian bumi.
- Untuk mengetahui jenis iklim dan curah hujan di bumi .
- Mengtahui prose terbentuknya benua dan samudera.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
BUMI
a.
Pengertian
Bumi
Bumi
adalah salah satu planet di tata surya (sistem matahari) yang terdapat dalam
suatu galaksi yang bernama Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways atau Kabut
Putih). Dalam tata surya kita planet bumi menduduki nomor tiga dari matahari.
Selain planet-planet dalam tata surya ada juga benda-benda angkasa lain dan 200
milyar bintang yang ada pada Galaksi Bima Sakti. Pada sebuah penelitian galaksi
Bima Sakti ternyata buka satu-satunya galaksi namun terdapat ratusan,jutaan
bahkan milyaran galaksi lainnya yang mengisi jagat raya ini. Adapun proses
pembentukan batu-batuan terjadi secara bertahap di dalam bumi dan reliefnya
berdasarkan dengan zaman sejarah dalam ilmu geologi.
Dalam
ilmu geologi akan dipelajari mengenai kejadian, struktur, dan komposisi
batu-batuan kulit bumi diselidiki oleh,sedangkan dalam ilmu geofisika
dipelajari sifat batu-batuannya.Hasil penelitian ilmu geologi menunjukkan bahwa
unsur bumi telah berusia ±4.700 tahun dari mulai proses pendinginan sampai pada
akhirnya mengalami pembekuan. Planet bumi terus berputar mengelilingi sumbunya
yang disebut berotasi selama 24 jam tepatnya 23 jam 56 menit dalam satu hari.Berevolusi
mengelilingi matahari dengan lintas garis edar berupa elips.Satu
putaran/berevolusi memakan waktu 365 hari 5 jam 48 menit atau satu tahun.
B.
Struktur
Bumi
a.Struktur Bumi menurut para ahli
Struktur
bumiAda juga ahli mengidentifikasi struktur bumi berdasarkan klasifikasi
struktur dan unsur kimianya. Latar belakang klasifikasi yakni berdasarkan
ketika planet bumi telah terbentuk dari massa gas, maka akan lambat laun
mengalami sebuah proses pendinginan. sehingga bagian terluar planet bumi
berubah menjadi keras, sedangkan bagian dalam bumi masih tetap dimana itu
merupakan massa zat yang panas dalam keadaan lunak.
Pada
saat proses pendinginan berlangsung dalam waktu yang menghabiskan jutaan tahun,
maka zat-zat pembentuk bumi yang terdiri dari berbagai jenis sifat kimia dan
fisikanya telah sempat memisahkan diri berdasarkan dengan perbedaan sifat-sifat
tersebut. Dari hasil-hasil penelitian terhadap bagian fisik bumi menunjukkan
bahwa batuan-batuan pembentuk sistem tata surya
pada bagian planet bumi dimulai dari bagian kerak bumi sampai inti bumi
dengan komposisi kandungan mineral dan
unsur kimia yang berbeda-beda.
Secara
struktur, Berikut adalah penjelasan mengenai struktur bumi :
1. Kerak bumi (crush)
Kerak
bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal
lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri
dari batu-batuan dan masam. Lapisan menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk
hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajat Celcius. Lapisan
kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalamn 100 km dinamakan litosfer.
Kerak dean mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity. Susunan kerak bumi
yaitu terdiri dari feldsfar dan mineral silikat. Lapisan bagian atas kerak bumi
yang berada di daerah daratan, biasanya dilapisi oleh tanah. Tanah, yang
terdiri atas kandingan partikel batuan yang telah ditimpa cuaca, dan juga
mengandung banyak zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup pada
zaman purba.Tanah bisa mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang
karena makanan hewan, baik langsung maupun tidak berasal dari tanaman.
2. Selimut atau selubung bumi
(mantle)
Lapisan
ini juga disebut juga astenosfer. Selimut atau selubung merupakan lapisan yang
terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan
merupakan lapisan batuan padat. Selimut bumi terdiri dari campuran berbagai
bahan yang memiliki baik cair,padat dan gas dengan suhu yang tinggi. Suhu di
bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 derajat celcius. Mantel atau selimut
bumi ini yang membungkus inti bumi. adapun komposisinya kaya dengan magnesium.
Mantel bumi terdiri atas dua yaitu mantel atas yang memiliki sifat plastis
hingga semiplastis dengan kedalaman sampai 400 km sedangkan mantel bagian bawah
memiliki sifat padat dengan kedalaman hingga 2.900 km.
3. Inti bumi (core)
Inti
bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90
%),nikel (8 %), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900-5200 km.
Lapisan ini dibedakan menjadi dua yaitu lapisan inti luar (outer core) dan
lapisan inti dalam (innner core). Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km
dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 derajat Celcius.
Adapun inti bagian dalam merupakan pusat bumi
berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari
nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 derajat Celcius. Pada penelitian
geofisikia,inti bumi memiliki material dengan berat jenis yang sama dengan
berat jenis meteorit logam yang terdiri atas material besi dan nikel. Sehingga
para ahli percaya inti bumi tersusun dari beberapa senyawa besi dan nikel.
Berdasarkan
penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik lapisan bumi paling
dalam (inti) memiliki sifat pejal atau keras yang diselubungi lapisan cair
relatif kental, sedangkan pada bagian luar atau atasnya berupa litosfer yang
pejal dan keras pula.
Berdasarkan
susunan kimianya,bumi dapat dibagi menjadi empat bagian,yakni bagian padat
(lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan,bagian cair (hidrosfer) yang
terdiri dari berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut,danau,dan sungai
dan bagian udara (atmosfer) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi serta
bagian yang ditempati oleh berbagai jenis organisme (biosfer). Keempat komponen
tersebut berinteraksi secara aktif satu sama lain,misalnya dalam siklus
biogekimia dari berbagai unsur kimia yang ada di bumi,proses transfer panas dan
perpindahan materi padat. Dari empat macam susunan kimia yang terdapat pada
bumi yang bisa dijelaskan yakni dua yaitu:
Atmosfer – Atmosfer adalah lapisan udara yang
menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Gerakan
udara dalam atmosfer terjadi terutama karena adanya pengaruh pemanasan sinar
matahari serta perputaran bumi. Fungsi atmosfer adalah pada perputaran bumi ini
akan mengakibatkan bergeraknya massa udara, sehingga terjadilah perbedaan
tekanan udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus
angin. Pada lapisan atmosfer terdapat kandungan berbagai jenis gas. Berdasarkan
volumenya,jenis gas yang paling banyak terkandung berturut-turut adalah
nitrogen (N2) sebanyak 78,08 %,oksigen (O2) sebanyak 20,95%,argon sebanyak 0,93
%,serta karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,03%. Berbagai jenis gas lainnya juga
terkandung dalam atmosfer,tetapi dalam konsentrasi yang jauh lebih
rendah,misalnya neon (Ne),helium (He),kripton (Kr),hidrogen (H2),xenon
(Xe),ozon (O3), metan dan uap air.
Hidrosfer
– Hidrosfer merupakan wilayah perairan yang mengelilingi bumi. hidrosfer
meliputi samudra, laut, danau, air, tanah,mata air, hujan, dan air yang berada
di atmosfer. Sekitar tiga perempat dari permukaan bumi ditutupi oleh air. Air
di bumi bersirkulasi dalam lingkaran hidrologi, dimana air jatuh sebagai hujan
dan mengalir ke samudra-samudra sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer.
Air di alam terbagi menjadi
tiga,sebagai berikut :
1. Air
di permukaan bumi, meliputi laut, sungai, danau, rawa,salju, es dan glester
2. Air
di udara, meliputi uap air, kabut,dan berbagai macam awan
3. Air
di dalam tanah, meliputi air tanah,air kapiler,geiser dan artois
Jumlah
air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya
sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat,cair,dan gas) membentuk
suatu siklus atau daur yang disebut siklus/daur hidrologi. Siklus hidrologi
adalah proses perputaran air, seperti proses terjadinya hujan dari air menguap
menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh awan tersebut akan jatuh
dalam bentuk air hujan begitu seterusnya. Dalam siklus hidrologi air mengalami
perubahan bentuk.
b.
Lapisan
Pada Bumi
Sejauh
yang diketahui, bumilah satu-satunya tempat tinggal di jagatraya ini yang
dihuni makhluk hidup, di mana manusia berada. Bumi pada dasarnya adalah sebuah
bola batuan raksasa yang melakukan pergerakan di angkasa dengan kecepatan
hampir mencapai 3000 m per detik. Adapun Berat bumi sekitar 6000 juta ton.
Hampir dua pertiga bagian permukaan bumi yang berbatu-batu tertutupi oleh air.
Pada bagian batuan yang tidak tertutup air inilah akan membentuk bagian bumi
yang lain lalu kemudian disebut sebagai daratan. Bumi diselimuti oleh lapisan
gas yang dinamakan atmosfer dengan ketinggian lapisan sejumlah 700 km dari
permukaan bumi. Dari luar batas atmosfer inilah, di situlah lapisan yang
disebut lapisan luar angkasa.
Bumi terdiri atas beberapa lapisan
yaitu:
1)
Atmosfer
Atmosfer
– merupakan lapisan udara yang mengelilingi bumi. Tebalnya ± 2.000 km. Lapisan
udara ini terutama mengandung nitrogen, oksigen,dan gas. Lapisan atmosfer
menjaga bumi agar tidak terlalu panas kena sinar matahari dan tidak terlalu
dingin. Lapisan udara ini juga melindungi bumi terhadap sinar ultra ungu dari
matahari, sinar ini berbahaya bagi berlangsungnya kehidupan. Di lapisan bawah
atmosfer terdapat awan yang mengandung butir-butir air yang berasal dari uap
air lautan dan uap air daratan turun ke bumi sebagai hujan.
2)
Hidrosfer
lautan perairan
Hidrosfer
lautan perairan –Lautan merupakan cekungan besar yang berisi air dengan
kedalaman rata-rata 3.500 m. Luas lautan mencapai dua per tiga permukaan bumi.
3)
Litosfer
Litosfer–
yaitu lapisan yang terletak di atas lapisan pengantara, dengan ketebalan 1200
km, berat jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm3. Suhu di bagian kerak bumi mencapai
sekitar 1.050º C. Litosfer biasa juga disebut sebagai lapisan batuan pembentuk
kulit bumi atau crust .
Litosfer
berasal dari dua kata yaitu katalithos yangberarti batu dan katasfhere/sphaira
dengan arti bulatan atau lapisan. Dengan demikian Litosfer dapat dimaknai
sebagai suatu lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam kata lain, litosfer
merupakan bagian lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km
yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi.
Kulit bumi atau litosfer terdiri
atas :
a)
Lapisan
sial (si – silica – al – aluminium)
Lapisan
sial (si – silica – al – aluminium) – Yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun
atas logam silisium dan aluminium,senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2o3. Dalam
lapisan ini anatra lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis batuan
metamorf dan batuan lain di daratan benua. Lapisan sial disebut juga lapisan
kerak yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan rata-rata kurang lebih 35
km.
b)
Kerak
benua
Kerak
benua – Merupakan benda padat yang terdiri dari betuan beku granit ada bagian
tasnya dan batuan beku basalt ada bagian bawahnya. Kerak ini yang menempati
sebagai benua. Kerak benua terdiri kandungan mineral berupa Si,Al. Adapun
ketebalannya sekitar 30-80 km (Condie,1982) dan rata-rata 35 km sedangkan berat
jenisnya yaitu sekitar 2,85 mg/cc. Biasanya kerak benua disebut juga lapisan granitis
karena terdiri dari susunan batuan yang berkomposisi batuan granit.
c)
Kerak
samudera
Kerak
samudera –Merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut ada bagian
atas, kemudian di bawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah
tersusun dari batuan beku gabro dan peridotit. Kerak ini yang menempati
samudra. Kerak samudra terdiri atas mineral yakni Si,Fe,Mg. Ketebalan kerak
samudra sekitar 5-15 km (Condie,1982). Berat jenisnya rata-rata sebanyak 3
mg/cc. Nama lain dari kerak samudra yaitu lapisan basaltis karena penyusunnya
berupa batuan yang berkomposisi basalt.
Perbedaan
dari kedua kerak ini bukan hanya dari ketebalan dan berat jenisnya namun juga
terdapat perbedaan umur. Batuan kerak benua telah diketahui sekitar 200 juta
tahun yang lalu. Umur inilah yang muda dibanding dengan kerak benua karena
kerak benua telah ditemukan pada 3800 juta tahun yang lalu. Lapisan sima, yaitu
lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam-logam silisium dan megnesium dalam
bentuk senyawa siO2 dan Mgo. Lapisan ini mempunyai berat jenis lebih besar
daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium,yaitu mineral
ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan yang bersifat
elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km. Kulit bumi memiliki lapisan
batuan dengan ketebalan 4-80 km.
Adapun batuan kulit
bumi adalah:
1. Batuan beku
Batuan jenis ini ialah batuan yang terbentuk
karena magma pijar yang mendingin menjadi padat. Berdasarkan tempat
pendinginannyaada tiga macam batuan beku.
2.Batuan tubir/batu beku dalam.
Batuan ini terbentuk jauh di dalam kulit bumi
dan hanya terdiri atas kristal saja. Karena pendinginannya lambat sekali maka
kristalnya besar-besar, misalnya granit.
3. Batuan leleran/batu beku luar,
Batuan
ini membeku di luar kulit bumi sehingga temperatur turun cepat sekali. Zat-zat
dari magma hanya dapat membentuk kristal-kristal kecil, dan sebagian ada yang
sama sekali tidak dapat menjadi kristal. Itu sebabnya batuan leleran ada yang
terdiri atas kristal-kristal besar, kristal-kristal kecil dan bahan amorf,
misalnya liparit. Ada yang hanya terdiri atas bahan amorf, misalnya batu apung.
4. Batuan korok/batu beku gang.
Batuan
ini terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Karena tempatnya dekat
permukaan, pendinginannya lebih cepat.Itu sebabnya batuan ini terdiri atas
kristal besar, kristal kecil, dan bahkan ada yang tidak mengkristal. Misalnya
bahan amorf dan granit fosfir.
Bila
batuan beku lapuk maka bagian-bagiannya yang lepas mudah diangkut oleh air,
angin, atau es, dan diendapkan di tempat lain.Batuan yang mengendap ini disebut
batuan sedimen. Batuan ini mula-mula lunak, tetapi lama-kelamaan menjadi keras
karena proses pembatuan.
Dilihat dari perantara atau
mediumnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut:
1. Batuan sedimen aeris atau aeolis
.Pengangkut batuan ini adalah angin. Contohnya tanah los, tanah tuf, dan tanah
pasir di gurun.
2. Batuan sedimen glasial,
Pengangkut batuan ini adalah es. Contohnya moraine.
3. Batuan sedimen aquatis (aqua =
air). Batuan ini terdiri dari:
4. Breksi,
yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batu yang bersudut tajam yang sudah
direkat satu sama lain.
5. Konglomerat,
yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batuyang bulat-bulat yang sudah
direkat satu sama lain
6. Batu pasir,
yakni batuan sedimen yang terdiri atas kristal-kristal.
Pengendapan pada batuan sedimen
Batuan
sedimen lakustre, yakni batuan sedimen yang diendapkan di danau. Contoh : turf
danau dan tanah liat danau. Batuan sedimen kontinental, yakni batuan sedimen
yang diendapkan di laut. Contoh : tanah los dan tanah gurun pasir.
1. Batuan sedimen marine,
yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut.
Contoh: lumpur biru di pantai, endapan radiolaria di laut dalam, dan lumpur
merah.
2. Batuan metamorf
Batuan
ini merupakan batuan yang mengalami perubahan yang dahsyat. Asalnya dapat dari
batuan beku atau batuan sedimen.Perubahan itu dapat terjadi karena
bermacam-macam sebab sebagai berikut:
a. Karena suhu tinggi
– Suhu tinggi berasal dari magma, sebab batuan itu berdekatan dengan dapur
magma sehingga metamorfosa ini disebut metamorfosa kontak. Contoh: marmer dari
batu kapur dan antrasit dari batu bara.
b. Karena tekanan tinggi
– Tekanan tinggi dapat berasal dari adanya endapan-endapan yang tebal sekali di
atasnya. Contoh: batu pasir dari pasir.
c. Karena tekanan dan suhu tinggi
– Tekanan dan suhu tinggi kalau ada pelipatan dan geseran waktu terjadi
pembentukan pegunungan, metamorfosa seperti ini disebut metamorfosa
dinamo.Contoh: batu asbak, schist, dan shale
3. Mesosfer atau mantel bumi
Di
bawah kerak bumi terdapat lapisan mantel bumi. Mantel ini merupakan lapisan
batuan setebal sekitar 2.900 km. Suhu di bagian bawah lapisan mantel mencapai
3.700º C, tetapi batuan tetap padat karena berada di bawah tekanan tinggi.
4. Barisfer
Yaitu
lapisan inti bumi berupa bahan padat yang tersusun dari lapisan ini (niccolum
=nikel dan ferrum= besi). Jari-jari +- 3.470 km dan batas luarnya ada kurang
lebih 2.900 km di bawah permukaan bumi. Inti bumi terdiri atas dua lapisan,
yaitu inti dalam dan inti luar.1) Inti luar tebalnya ± 2.000 km terdiri atas
besi cair, suhunya mencapai 2.200ºC.2) Inti dalam terdapat di pusat bumi,
merupakan sebuah bolaberdiameter 2.740 km. Bola ini terdiri atas besi dan nikel
padat.Suhu di pusatnya menjadi ± 4.500ºC.
5. Lapisan pengantara
Yaitu lapisan yang terdapat di atas lapisan
nife setebal 1.700 km. Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm3. Lapisan pengantara,
disebut juga asthenosfer (mantle), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan
berpijar.
a. Bagian-bagian
Bumi
Melalui pengamatan seismologi
(hantaran pada gelombang gempa bumi)para ahli memperoleh gambaran mengenai
susunan bagian dalam bumi. Bumi ternyata memiliki beberapa lapisan, di mulai
dari yang terdalam yaitu (controsfer/barisfer), lapisan kulit yang padat
(litosfer) dan lapisan air pada permukaan bumi (hidrosfer).Bumi diselimuti gas,
yaitu atmosfer.
- Inti Bumi (Barisfer/Centrosfer)
Inti bumi terdiri dari tiga bagian,
yaitu : mantel (tebalnya 1800 mil), inti luar (tebalnya 1360 mil) dan inti
dalam (tebalnya 815mil). Berat jenis inti bumi diperkirakan 10,7. Pengaruh
panas matahri hanya terasa paling dalam 20m dibawah permukaan bumi. Setelah 20m
kebawah temperaturnya telah konstan, akan tetapi, makin masuk kedalam bumi
temperaturnya makin tinggi. Umumnya tiap turun 33m temperature akan naik 10C.
Angka 33m ini disebut ‘jumlah geometris’, artinya jumlah meter yang diperlukan
untuk kenaikan temperature 10C, apabila turun vertical kedalam
lapisan bumi.
Derajat Geothermis, artinya jumlah
derajat Celcius yang dipakai apabila turun vertical 100m kedalam bumi. Jumlah
geothermis tidak sama disetiap tempat. Batuan gunung berapi yang masih panas
memperkecil derajat geotermis, sedangkan air samudra dan air tanah memperbesar
derajat geotermisnya.
Namun diduga bahwa makin jauh dari
permukaan bumi akin kecil derajat geotermisnya, sehingga temperature inti bumi
tidak akan lebih dari 3.0000C. Dalam temperature ini segala macam
zat telah mencair / menjadi gas, tetapi karena tekanan berat dari
lapisan-lapisan di atasnya maka barisfer tetap padat.
Beberapa ulasan tentang padatnya
barisfer adalah (1). Bila seandainya barisfer cair, maka tentu akan terjadi
pasang naik dan pasang surut, yang mungkin akan mengakibatkan permukaan bumi
kembang kempis, (2). Getaran gempa di Jepang dapat diukur di Inggris dengan
alat yang halus, sifat tersebut menunjukan bahwa inti bumi padat.
- Kulit Bumi (Litosfer)
Kulit bumi (Litosfer) (lithos
= batuan, sphaira – bulatan) adalah bagian bumi yang vital bagi
kehidupan manusia, berupa benua, daratan, pulau-pulau tempat tinggal dan tempat
melangsungkan kehidupan manusia. Lapisan ini terdiri dari dua lapisan, yaitu
lapisan Sial (Silisium dan Aluminium) dengan berat jenis rata-rata 2,65 dan
lapisan Sima (Silisium dan Magnesium) dengan berat jenis rata-rata 2,9.
Litosfer ini tebalnya hanya 20 mil
atau kira-kira 3 (1000 meter namun inilah bagian yang vital bagi kehidupan
manusia yaitu yang berupa benua dan pulau-pulau tempat tinggal kita.
Kulit bumi terdiri dari zat padat yang disebut batuan
(termasuk pasir, tanah, abu, gunung berapi,kerikil dll) menurut kejadiaanya,
batuan dibedakan atas tiga golongan yaitu :
- Batuan Beku : terjadi dari magma yang cair dan panas membeku di dalam atau diluar bumi akibat temperaturnya turun. Menurut tempat terbentuknya, dibedakan ada tiga macam, yaitu batuan luar (magma yang cair dan panas keluar dari kawah gunung berapi saat meletus dan bersentuhan dengan udara yang tempraturnya lebih rendah dimuka bumi, akibatnya magma tadi membeku menjadi batuan), batuan beku sela (magma yang membeku di jalan keluar muka bumi), dan batuan beku dalam (magma yang membeku di dalam bumi)
- Batuan Sedimen (endapan) : angin, air, es mengkikis batuan dan hasil kikisannya diendapkan ke tempat lain. Hasil kikisan ini ada yang tetap gembur, ada yang menjadi keras (membatu), karena tekanan dari lapisan di atasnya. Contoh yang tetap gembur (pasir pantai dan sungai) sedangkan yang mengeras (konglomrat = kumpulan batu-batu kerikil yang menyatu dan mengeras dan batuan pasir – kumpulan pasir yang menyatu dan mengeras).
- Batuan Metamorf (malihan) : batuan sedimen maupun batuan beku yang telah mengalami perubahan sifat, karena suhu yang tinggi atau tekanan yang berat. Contoh batu pualam (marmer)
3. Lapisan Air
(Hidrosfer)
Hidrosfer (Hydro = air, sphaira
= bulatan) ialah semua perairan yang berada di bumi, yaitu samudra, lautan,
danau, sungai dan air tanah. Kira-kira 71% dari planet bumi ini nerupakan
lapisan air. Air dari laut, sungai, danau menguap (evaporasi) ditambah dari
penguapan vegetasi (transpirasi) akan membentuk awan. Awan yag terbawa oleh
angin ketempat yang lebih tinggi akan mengalami pendinginan (kondensasi)
sehingga terurai menjadi titik-titik air yang karena gaya beratnya akan
turun kemuka bumi sebagai hujan (presipitasi). Setelah sampai dimuka bumi,
sebagian mengalir diatas permukaan bumi dan aliran bawah permukaan , mengisis
kembali danau, sungai, dan laut srta diserap kembali oleh tumbuhan. Dengan
demikian terjadilah siklus hidrologi.
4.
Lapisan Udara (Atmosfer)
Bumi diselubungi oleh lapisan gas yang disebut
atmosfer, atau yang dalam kehidupan sehari-hari disebut udara . Tebal atmosfer
ini sampai setinggi 3.000 mil terhitung dari permukaan air laut. Berat jenisnya
pada lapisan bagian bawah adalah 0,013 : makin ke atas makin kecil sampai mendekati
0. Lapisan udara (Atmosfer = uap, udara, Sphaira = bulatan ) menyelimuti bumi.
Berdasarkan sifatnya dibagi dalam tiga lapisan yaitu, pada lapisan terbawah
setebal w mil disebut troposfer , lapisan diatasnya sampai 50 mil disebut stratosfer, dan diatas
50 mil disebut ionesfer.
- Troposfer
Didaerah tropika, tinggi troposfer
bisa mencapai 18km, di daerah kutub hanya 6km. gejala cuaca sehari-hari seperti
awan, embun, hujan, salju, angin terjadi pada lapisan ini. Pada lapisan ini
terdapat gejala ‘Lapse Rate’ artinya setiap naik 100m, suhu akan turun
rata-rata 0,60C. Pada troposfer terdapat penurunan suhu yang
disebabkan oleh sangat sedkitnya troposfer menyerap radiasi gelombang pendek
dari matahari, sebaliknya permukaan tanah member panas pada troposfer di
atasnya.Pertukaran panas banyak terjadi pada troposfer bawah, karena itu suhu
turun dengan bertambahnya ketinggian mulai dari permukaan tanah.Udara troposfer
atas sangat dingin, dengan demikian lebih berat dibandingkan dengan udara di
atas tropoause sehingga udara troposfer tidak dapat menembus tropoause.
2.
Stratosfer
Lapisan udara di atas tropopause di
sebut stratosfer.Kenaikan suhu pada lapisan ini di sebbkan oleh unsure ozon (O3)
yang menyerap radiasi ultra violet dari matahari. Stratosfer bagian atas di
baasi oleh stratopause, yang terletak pada ketinggian 60 km. lapisan diatas
stratopause di sebut mesosfer, yang terletak antara ketinggian 60 km dan 80 km.
3. Ionosfer
Lapisan diatas 50 mil disebut
ionosfer karena pada lapisan ini tekanan udara sangat rendah sekali sehingga
semua partikel yang ada disitu terurai menjadi ion-ionnya. Ionosfer sangat
penting artinya bagi manusia terutama dalam komunikasi radio,karena lapisan ini
dapat dipergunakan sebagai lapisan pemantul gelombang radio.
C. Terbentuknya benua dan samudera
Teori terbentuknya benua dan
samudera itu masih berhubungan erat dengan teori pembentukan bmi, yang mana
dalam teori pembentukan bumi bahwa bumi itu masi sangat panas kemudian
berkondensasi menjadi dingin seperti keadaannya yang sekarang ini. Teori
pembentukan benua dan samudera masih berlandaskan pada teori tersebut.
Pada sat bumi ini mendingin , yang
mendingin itu adalah bagian luarnya, maka terbentuklah kerak yang kerasyang
kita sebut sebagi kulit bumi atau lithosfer, pada mulanya lithosfer masih
sangat labil, maks lubya dalam proses kondensasi yang terus berlangsung itu
bumi uga bergerakmengadakan rotasi, sehingga kulit yang baru terbentuktali
retak-retak dan bergeser saling menjauhi karena seolah-olah kulit yang sudah keras
itu mengapit pada bagian bumi sebelah dalamnya yang diperkirakan masih dalam keadaan lumer.
Pergeseran itu bisa saja bersifat
horizontal atau sejajar dengan permukaannya namun dapat pules vertikal.
Teori Wegener
Wegener seorang ahli geofisika
jerman menuliskan teorinya ( pada saat itu masih berupa hipotesis) pada tahun
1915 .
Pada 150 juta tahun yang lain di bumi. Ini hanya
terdapat satu benua yang sangat besar yang retak dan kemudian bergeser menjauhi
satu terhadap yang lain. Akibat pergeseran itu maka terbentuklah benua-benua
Amerika,Afrika,Eropa-Asia,Australia, dan Antartika. Adapun daerah yang
ditinggalkan terisi oleh air dan terbentuklah samudera atlantik .
D.
Pembagian iklim dan curah hujan di bumi
- Pembagian iklim di bumi
- Iklim hujan tropik.
Suhu bulan terdingin masih lebih panas daripada 18°C;
meliputi: iklim hutan tropik, curah hujan pada bulan terkering Iebih dan 6 cm.
- Iklim sabana,
Memiliki saat-saat kering di musim panas dan dingin. Angka
curah hujan (a cm) dan bulan terkering, kurang dan 6 cm; curah hujan tahunan (r
cm) kurang dan 25 (10-a) cm.
- Iklim kering
BW Iklim gurun. Jika / menyatakan suhu rata-rata
setahun dalam °C dan r menyatakan jumlah curah hujan setahun dalam cm, maka
benlaku r18°C) dan iklim kening dingin,
- Iklim hujan sedang
Bulan terdingin Lebih panas dan -3°C, tetapi lebih
dingin dan 18°C.Cw: iklim C dengan musim dingin kering atau iklim Cina.
Pada bulan terbasah, curah hujan setidak-tidaknya 10 kali lipat daripada bulan
terkering.
Cs: iklim C dengan musim panas kering, yang juga disebut
etesis atau iklim Laut Tengah. Curah hujan pada bulan terbasah 3 kali lipat
daripada bulan terkering.
Cf: iklim C tanpa saat kering yang menyolok. Perbedaan
antara bulan-bulan dengan curah hujan terbesar dan terkecil lebih kecil
daripada iklim Cw dan Cs.
- Iklim hujan salju
Bulan terpanas, lebih panas daripada 10°C, bulan
terdingin lebih dingin dan -3°C.
Df: iklim D tanpa niasa kening yang menyolok.
Dw: iklim D dengan musim dingin kering, juga disebut
iklini Transbaikal atau iklim boreal kontinental. Pada butan-bulan terbasah,
curab hujan setidak-tidaknya 3x curah hujan pada bulan tenkening.
Pada iklim C dan D masih dapat dilakukan pembagian
lain sebagai berikut:
- Musim panas yang sangat panas (bulan terpanas lebih panas dan 22°C);
- Musim panas yang panas (bulan terpanas lebih dingin dan 22°C, dan selama 4 bulan lebih panas daripada 10°C); c: musim panas yang pendek dan dingin (1—4 bulan lebih panas dan 10°C, bulan terdingin lebih pnas dan -38°C); d: sama dengan c, tetapi bulan terdingin lebih dingin dan -38°C.
- Pembagian curah hujan
Beberapa ciri umum pembagian
daerah-daerah curah hujan di bumi adalah curah hujan besar di daerah sabuk
khatulistiwa, di mana angin pasat.di atas daratan daerah-daerah khatulistiwa
sering terjadi gangguan cuaca pada siang hani, yang biasanya disertai banyak
hujan.
Pengaruh pegunungan sangat
menentukan. Tempat-tempat di mana angin harus menanjak karena terbentur dinding
pegunungan yang tinggi, mengalami curah hujan besar; misalnya daerah-daerah
pantai pegunungan Canada dan Amerika Senikat, daerah Chili Selatan sepanjang
Pegunungan Andes dan sepanjang lereng barat Pegunungan Himalaya di mana iklim
musim dan Cherrapunji (India) sangat banyak membawa hujan (dalam bulan Juli
sampai 2.400 mm).
Daerah-daerah pantai barat dan daratan
sekitar garis-garis lintang subtropik sangat miskin akan hujan, karena daerah
itu tenletak di sebelah timur sel-sel tekanan tinggi subtropik di mana udara
menurun dan sangat stabil.
Di daerah yang selalu bertekanan
tinggi (subtropik) dan di batik rangkaian pegunungan tinggi sepanjang angin
pembawa hujan dijumpai daerah-daerah gurun;daerah-daerah daratan pantai barat
dan garis-garis lintang sedang, merupakan daerah kaya hujan
sedang.daerah-daerah pantai yang pada musim panas mengalami muson darat,
mengenal hujan musim panas. Untuk daerah lautan perkiraan itu dilakukan secara
hipotetik.
Tentang pergantian musim tahunan dapat dibedakan
beberapa tipe klimatologik
Tipe hujan
- Tipe Tropik : pada daerah-daerah lintang tinggi, tetapi tidak sampai melebihi garis balik, dengan hujan musim panas konvektif.
- Tipe Muson : angin muson membawa hujan musim panas. Di musim dingin terdapat periode kering panjang.
- Tipe Laut Tengah : dengan hujan musim dingin, musim semi serta musim rontok dan musim panas yang kering, dijumpai di daerah pantai barat dan daratan antara 30° — 40° Lintang Utara dan Selatan.
Tipe ini berkaitan dengan peralihan kedudukan sel-sel
bertekanan tinggi subtropik yang berlangsung lap setengah tahun.
- Tipe Kontinental : hujan musim panas di atas daerah daratan pada garis lintang sedang. Di pantai barat daerah daratan mi setiap musimnya kaya akan hujan; curah hujan terbesar terjadi di musim rontot.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Bumi tidak bulat sempurna, melainkan
pepat pada kutubnya dan menggelembung pada ekuatornya. Jari – jari dikutub bumi
adalah 6.356,8km sedangkan pada ekuatornya 6.378,2km. pepatnya bola bumi
disebabkan pada saat bumi baru terbentuk belum terlalu padat dan rotasinya
membuat menggeembung pada bagian tegak lurus sumbu rotasi (ekuator).
Bumi berputar pada porosnya dengan
arah barat-timur san sekali putaran memerlukan waktu 23 jam 36 menit 4 detik.
Gerakan Bumi berputar pada porosnya disebut rotasi Bumi. Bumi disamping
berputar pada porosnya, juga berputar mengintari matahari dan sekali berputar
memerlukan 365,25 hari, gerakan bumi berputar mengintari matahari disebut
revolusi Bumi. Bumi mempunyai gaya berat dan gaya berat tersebut dinamakan
grativasi
Matahari ini sangat penting bagi
kehidupan di bumi karena : Matahari mengontrol stabilitas peredaran bumi
berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan, tahun serta juga
mengontrol peredaran planet lain. Matahari adalah bintang yang terdekat, maka
dengan mempelajari matahari kita secara tak langsung dapat memahami bintang-bintang
lain.
DAFTAR PUSTAKA
Ida Bagus Putu Arnyana, dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Alamiah Dasar. Singaraja:
Unit MPK (MKU) Universitas
Pendidikan Ganesha.
Jasin,Maskoeri, 2006. Ilmu Alamiah Dasar.
Surabaya:PT Raja Grafindo.
Julianto dkk. 2010. Konsep Dasar IPA 3.
Surabaya: Unesa University Press.
Tim FMIPA. 2013. Sains Dasar. Surabaya: Unesa
University Press.
2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif.
Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
http://viapurwawisesasiregar.blogspot.co.id/2014/01/makalah-tentang-bumi.html
diakses pada tanggal 23 september 2017 sekitar pukul
15.00 WIB.