Jumat, 31 Maret 2017

makalah menulis berita dan poster semester dua universitas jambi matakuliah menulis



TUGAS MAKALAH MENULIS
MENULIS BERITA DAN MENULIS POSTER









         Disusun Oleh : 
Siti Mawansari : A1B116003

Dosen Pengampu : Hj.Dra.nazurty.M.pd
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN AJARAN 2016/2017





KATA PENGANTAR        
            Syukur Alhamdullilah penulis sampaikan atas kehadirat Allah s.w.t karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulisan makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana dan tepat waktu.                                                                                                                                       Makalah menulis berita dan menulis poster ini merupakan hasil dari sumber-sumber buku yang sudah kami kumpulkan dan kami baca bersama.
kami kelompok
II merupakan Penulis makalah ini , dan kami berasal dari mahasiswa/mahasiswi pendidikan bahasa sastra indonesia pada mata kuliah menulis di UNIVERSITAS JAMBI.                                                                  
            Makalah yang kami bahas ini mengkaji dan membahas tentang pengertian dan sejarah penulisan berita dan poster ,yang terdiri atas karakteristik , jenis-jenis, cara penulisan nya , dan fungsinya . Makalah menulis berita dan poster ini dimaksudkan untuk dijadikan acuan utama bagi mahasiswa/i yang sedang belajar mata kuliahmenulis , terutama bagi kami calon pendidik.                                                                                                                            Akhirnya penulis menyadari bahwa mkalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang dimaksudkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Jambi, 27 februari,2017














DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................

A.    LATAR BELAKANG....................................................................................................
B.     RUMUSAN MASALAH...............................................................................................

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................

A.   Pengertian: Berita dan Poster serta Sejarah Singkat Penulisannya...................................
B.  Tehnik-Tehnik Penulisan Berita serta langkah-langkah Penulisannya..............................
C.  Bentuk dan jenis susuanan berita   ....................................
D.  Proses Menyusun berita serta Struktur penulisannya      .....................................          
E. Jenis-Jenis dan Karakteristik Poster  ....................................
F.   Fungsi Poster....................................
G.  Lngkah-Langkah Menulis Poster
H.  Kriteria Menulis dan Penilaian Poster yang baik
I.    Aspek dan Kategori Penulisan Poster

BAB III PENUTUP....................................................................................................................

A.    KESIMPULAN..............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Berita adalah segala laproan mengenai peristiwa, kejadian, gagasan, fakta yang menarik perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat dalam media massa agar diketahui atau menjadi kesadaran umum. Di dalam menyampaikan sebuah berita, harus jelas serta mudah untuk dipahami oleh para penikmat berita.
Dalam pengemasannya berita dapat dimuat ke dalam bebeapa media misalnya media visual, audio, audio-visual dan juga cetak.Pada kesempatan ini media cetak koranlah yang sepertinya membutuhkan teknik tertentu dalam mengemasnya, supaya berita yang disajikan dapat dengan nikmat dibaca dan dipahami oleh orang.           
Berita yang disajikan dalam bentuk tulisan haruslah menggunakan gaya penulisan yang singkat tanpa mengurangi keabsahan dari nilai berita itu sendiri. Mengapa harus demikian, itu dikarenakan tedapat selain media cetak terdapat media yang bisa menampilkan berita dalam bentuk suara dan gambar (TV) sehingga lebih memudahkan para penikmat berita dalam memperbaharui infomasinya mengenai hal-hal tetentu.
 Sedangkan Menulis poster merupakan salah satu pembelajaran menulis di tingkat SMP. Dalam proses pembelajarannya diharapkan dapat menjadi sebuah pembelajaran yang tidak hanya melibatkan kemampuan menuangkan gagasan di selembar kertas, namun poster yang dibuat diharapkan dapat berfungsi untuk mengomunikasikan pesan yang ingin disampaikan. Kegiatan pembelajaran menulis poster ini siswa dipancing untuk memunculkan ide-idenya dan daya pikir kreatifnya melalui bentuk poster yang dibuatnya.
Proses pembelajaran menulis poster mengalami kesulitan dalam menuangkan gagasan yang ada dalam benak siswa menjadi sebuah tulisan dan perlunya inovasi sebuah strategi belajar yang baru dalam pembelajaran menulis poster. Inovasi strategi dalam sebuah pembelajaran, terutama pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sangatlah diperlukan karena strategi pembelajaranmerupakan salah satu komponen pembelajaran yang dapat menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran.


Oleh karena itu, menentukan sebuah strategi dalam sebuah pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dalam proses pembelajaran. Anthony (Hidayatdkk, 1990: 1) mengemukakan bahwa ”strategi itu sebagai suatu teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan”
 Dari situlah penting kiranya jika penulis mengungkapkan mengenai teknik penulisan berita dan poster dalam makalah ini, supaya nantinya dapat digunakan sebagai salah satu bahan acuan atau referensi bagi seorang wartawan pemula di dalam menulis berita dengan hasil beita yang baik, mudah dipahami dan juga berbobot, sehingga bisa menarik minat pembaca.


B.     RUMUSAN MASALAH
Dari pemaparan latar belakang diatas, kiranya penulis dapat menarik beberapa permasalahan yang diantaranya :                                                                                  
1.      Apa pengertian dari berita dan sejarah singkat berita ?
2.      Bagaimana cara menghasilkan berita yang baik, mudah dipahami dan tidak membuat bingung para pembaca berita serta hal apa saja yang perlu dipehatikan dalam menulis sebuah berita?
3.      Apa saja Langkah- Langkah Penulisan, bentuk dan jenis penulisan berita.?
4.      Apa saja struktur penulisan dan jenis-jenis berita ?
5.      Apa Pengertian poster dan sejarah singkat penulisan poster ?
6.      Apa Jenis-jenis dan karakteristik poster ?
7.      Apa-apa saja fungsi dari penilisan poster ?
8.      Apa saja langkah-langkah penulisan poster ?
9.      Apa-apa saja kriteria dan aspek-aspek kategori penulisan poster ?



BAB II
PEMBAHASAN

1.Menulis Berita
A.    Pengertian Berita dan Sejarah Singkat Penulisan Berita                                                        Menurut pemaparan dari para ahli yang kemudian disederhanakan, bahwasannya berita adalah segala laporan mengenai peristiwa, gagasan, fakta yang menarik perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat dalam media massa agar diketahui atau menjadi kesadaran umum.[1]                                                                                                                              Menurut ( Curtis D. MacDougall ), ia menyebutkan bahwa sejak PD II banyak pakar jurnalistik atau pun praktisi yang membahas tentang metode penulisan berita. Mereka terus melakukan analisa terhadap cara-cara penulisan berita supaya berita yang disajikan mudah dibaca, mudah dipahami, dan memiliki warna atau suasana sehingga dapat menggugah hati pembaca.[2]                                                                                                                                     Sebelum dikenal rumusan 5W+1H, jauh sebelum tahun 1930, teknik penulisan berita dianggap sudah cukup hanya dengan memenuhi tiga atau empat pertanyaan, seperti who, what, where atau when, dari fakta atau kejadian yang dilaporkan. Hingga pada tahap selanjutnya hal itu dirasa kurang memadai, sehingga Associated Press misalnya, dalam suatu buku petunjuk untuk staf redaksinya yaitu Associated Press Managing Editors memperkenalkan suatu formula baru yang dikenal dengan formula 5W+1H (what, who, where, why, when + How), atau ( siapa, apa,dimana,kapan,mengapa+bagaimana) , [3] ini disebut sebagai unsur-unsur suatu berita.                                                                        Kriteria Khusus ;
1.      Kebijakan redaksional /misi media . masing-masing media memiliki kebijakan.
2.      Pendekatan keamana (ancaman pembredalan , dan sebagainya.
3.      Kepekaan masyarakat pembaca dan kemungkinan dampak negatif berita terhadap pembaca . Misalnya isu-isu yang menyangkut sara, atau bisa menyinggung perasaan atau martabat pembaca


B.     Teknik Menulis Berita                                                                                                               Menulis sebuah berita bukanlah hal yang mudah, karena untuk bisa menghasilkan sebuah berita yang baik diperlukan teknik-teknik yang baik dan benar pula di dalam mengumpulkan berita atau menulisnya, agar berita yang dihasilkan berbobot dan memiliki daya tarik.                                                                                                               pembaca.Disini akan diungkapkan mengenai bagaimana menulis sebuah berita yang sesuai dengan kaedah-kaedah penulisan berita.
1.         Langkah- Langkah Penulisan berita.
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam penulisan berita:
a).Obyektif, seorang wartawan harus menjaga jarak dengan peristiwa yang diangkatnya sebagai berita, dengan demikian seorang wartawan dilarang melibatkan kepentingan pribadi dan pandangan subyektif atas peristiwa. Namun tulisan harus faktual atau dituliskan berdasarkan fakta dan data yang benar- benar ditemukan dilapangan.
b).Cover both side, tulisan harus seimbang dan berusaha mencantumkan semua pihak yang terlibat dalam peristiwa.
c) Prinsip hemat kata, prinsip dasar komunikasi menghendaki agar komunikasi berjalan dengan cepat dan jelas, dalam waktu dan ruang yang relatif terbatas, selain itu perhatikan penggunaan bahasa yang hemat dan maksud serta inti dari tulisan bisa dipahami. Hal ini agar berita efisien dan efektif, baik dari pemilihan diksi, membentuk kalimat, penyusunan alinea, hingga membentuk plot seefektif mungkin, yang terpenting dalam penulisan berita adalah pembaca mudah mencerna informasi yang disampaikan.                  
 d).Berita harus menggandung unsur 5W+1H, artinya dalam berita harus dijelaskan peristiwa apa yang ditulis, siapa saja yang terkait, kapan itu terjadi, dimana terjadinya dan bagaimana rangkaian peristiwa tersebut.                                                                                                                 e). Sebuah berita harus ditulis dalam piramida terbalik .Dalam pola ini maka data yang paling penting harus diletakan dialinea- alinea pertama. Dengan demikian semakin atas letak alinea, semakin penting pula data yang dikandungnya, alinea pertama yamg disebut dengan lead merupakan alinea terpenting. Sebab dalam lead inilah termuat angel(sudut bidik), berita dan inti yang dipaparkan.[4]
2.         Bentuk dan Jenis Susunan Berita.
Pada era modern seperti sekarang ini, sudah sangat banyak media penyaji berita yang relative canggih dan juga efektif, sehingga memudahkan para pembaca berita di dalam mendapatkan berita. Untuk itu, berita yang dimuat di media cetak pun harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembaca, yang nota bene pembaca sekarang adalah orang-orang yang tidak cukup memiliki banyak waktu di dalam kesehariannya apalagi untuk membaca Koran, mereka cenderung lebih tertarik untuk melihat berita melalui TV yang dianggap sangat efisian dalam mempebaharui informasinya. Supaya media cetak tidak terlalu tertinggal jauh dengan TV atau radio, maka harus dimuat dengan seefektif dan seefisien mungkin. Di bawah ini adalah beberapa bentuk dari struktur penulisan sebuah berita, yaitu:
a)      Bentuk Piramida terbalik; dalam penulisan berita dimulai atau diawali dari berita yang dianggap paling penting, setelah itu diikuti hal- hal yang kurang penting.Bentuk ini sering dipakai untuk menulis berita- berita langsung (straight news). Bagian paling penting dituangkan dalam lead atau alinea pertama berita.                                                 
b)     Bentuk Piramida tegak; penulisan berita diawali dari hal- hal yang kurang penting, kemudian diikuti ke hal- hal yang semakin lama semakin penting.                                    
c)      Bentuk Pararel; penulisan berita ini antara alinea- alinea awal, pertengahan hingga akhir dianggap memiliki bobot yang tidak jauh berbeda.                                             
d)     Bentuk Kronologis; penulisan bentuk ini memaparkan data- data atau informasi secara berurutan. Antara alinea awal, pertengahan sampai akhir berita merupakan proses waktu atau peristiwa yang sulit untuk dipisahkan. [5]
Beberapa macam berita ;
*      Hard news/Straight News yaitu merupkan berita yang lugas, langsung kepokok persoalan da fakta-faktanya. Biasanya harus memenuhi unsur 5W+1H secara ketat dan harus cepat-cepa dimuat, karena terlambat sedikit bisa basi. Istilah Hard News lebih mengacu pada isi berita, sedangkan istilah Straight News lebih mengacu pada cara penulisannya ( struktur penulisannya) .
*      Soft News yaitu berita yang dari segi struktur penulisannya  relatif lebih luwes dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft News pada umumnya tidak terlalu lugas, tidak kaku, atau ketat khusunya dalam soal waktunya . contohnya Kesulitan yang dihadapi rakya kecil akibat krisis ekonomi .Biasanya lebih banyak mengangkat aspek kemanusiaan ( human interest )
Dari segi bentuknya soft news dibagi menjadi dua yaitu News features dan features.  Features adalah tehnik penulisan yang khas berbentuk luwes, tahan lama, menarik, strukturnya tidak kaku, dan bisanya mengangkat aspek kemanusiaan.
3. Proses atau tahap menulis atau menyusun berita:                                                                       Dibawah ini adalah tahap dalam penulisan sebuah berita atau bisa dikatakan juga sebagai alur menulis berita, yakni:
a.       Fact Organizing yaitu pengorganisasian/ pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menulis berita. Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, ataupun menggunakan data- data tertulis yang telah tersedia.
b.      Lead Decission yaitu penentuan lead untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita.
c.       menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita.
d.       Word selection yaitu pemilihan kata- kata yang cocok, untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat- lompat sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.
e.       Start to write yaitu ambil mesin ketik atau komputer, kertas, jika perlu referensi pendukung. Konsentrasilah dalam menulis sehingga tidak keliru.
Menurut Prof. John Hohenberg, sebagaimana dikutip oleh Rosihan Anwar dalam bukunya Bahasa Jurnalistik dan Komposisi, gaya bahasa dan patokan yang digunakan dalam penulisan berita sebaiknya :
1.    Teliti, ringkas, jelas, dan mudah dimengerti.
2.    Gunakanlah kalimat yang relative singkat, sederhana, dan satu paragraf cukup terdiri atas satu hingga tiga kalimat.
3.    Satu gagasan sama dengan satu kalimat.
4.    Prioritaskan kata-kata yang pendek.
5.    Gunakan kata kerja yang kuat dan berhemat dalam menggunakan kata sifat.
6.    Spesifik dalam penulisan (seperti dalam menyebutkan tinggi, berat, jarak dan lain-lain).
7.    Gunakan kutipan-kutipan yang mengandung arti secara parsial.
8.    Cermatilah penulisan berita dengan pola piramida terbalik.[7]keliru.[6]
Struktur penulisan Berita
          Hard News/Straight News biasanya ditulis dalam bentuk struktur “piramida terbalik” yakni inti berita ditulis pada bagian paling awal dan hal-hal yang tidak penting ditulis dibagian belakangan.                                                 Soft News, News Feature, dan Feature ditulis dengan gaya yang tidak kaku. Hal-hal yang penting bisa ditulis dibagian awal, namun juga tidak mutlak. Yang penting tetap menaarik untuk dibaca
2.  Menulis Poster
A.    Pengertian Poster dan Sejarah Singkat Penulisan Poster
Pada prinsipnya poster merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi atau memperingatkan pada gagsan pokok, fakta atau peristiwa tertentu. Desain sebuah poster merupakan perpaduan antara kesederhanaan serta dinamika. Berbagai warna yang mencolok dan kontras seringkali dipakai dalam poster.                        Menurut Kustandi dan Sutjipto (2011:50) menyebutkan bahwa poster adalah media yang diharapkan mampu mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Poster merupakan media komunikasi yang efektif untuk menyampiakan pesan singkat, padat, dan impresif, karena ukurannya yang relatif besar.                                                   Poster dapat didefinisikan sebagai media untuk menyampaikan kesan tertentu dan mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Sebagai contoh mempengaruhi orang untuk membeli produk tertentu, untuk mengikuti program Keluarga Berencana, atau untuk menyayangi binatang. Penulisan poster dapat di kain, kertas, batang kayu, seng dan semacamnya. Pemasangannya biasanya di kelas, di pohon, di tepi jalan, di majalah. Ukurannya bermacam-macam tergantung kebutuhan (Sadiman dkk. 1990:48).                                                                                                                        Poster adalah alat untuk mengimbau, memberitahu atau mengumumkan melalui tulisan dan biasanya dilengkapi dengan gambar. Gambar dipesan sesuai tujuan dari tulisan yang dibuat. Poster adalah media untuk menyampaikan pesan kepada pembaca dengan jelas melalui susunan kata-kata dan gambar. Poster juga berfungsi sosial, sebab dapat mempengaruhi masyarakat dari tingkah laku atau tindakannya dalam kegiatan sehari-hari dalam suasana yang bersifat umum (Bari 2001:11) poster adalah gambar atau tulisan di atas kertas atau kain yang dipasang di tempat umum berisi pemberitahuan.                                    Hasnun (2006:253) mengungkapkan bahwa poster merupakan gambar atau tulisan di atas kertas atau kain yang dipasang di tempat umum berisi pemberitahuan.Hasnun menambahkan, isi dan tujuan poster beragam. Ada poster yang berisi imbauan kepada masyarakat tentang suatu kegiatan. Ada juga poster yang berisi larangan untuk menghindari perbuatan tertentu. Misalnya poster tentang bahaya narkoba, baik melalui kata-kata maupun gambar. Ada juga poster yang berisi ajakan agar masyarakat mau membeli barang tertentu atau menghadiri acara tertentu.                                                                                         
Zanu (2009:1) mendefinisikan poster sebagai gambar-gambar yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian, sedikit menggunakan kata-kata. Poster dicetak pada sehelai kertas atau bahan lain yang ditempatkan di tempat umum.                                                Sementara itu, menurut Sudjana dan Rivai (2009:51) poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.                                                                                                                                    Poster seperti dijelaskan Lucihuki (2011) didefinisikan sebagai plakat yang dipasang di tempat umum yang berupa pengumuman atau iklan. Poster lebih mementingkan gambar. Poster juga berisi promosi suatu produk, penyampaian informasi kepada masyarakat, seperti KB, penghijauan, atau tertib lalu lintas. Melengkapi pendapat yang dikemukakan Luchihuki, Kurniawan (2012) merumuskan pengertian poster sebagai plakat yang ditempatkan di tempat umum, biasanya berupa ajakan, pengumuman, atau iklan yang bertujuan untuk menyampaikan suatu informasi dan mempengaruhi pandangan serta pendapat orang mengenai informasi tersebut. Poster memiliki ciri bahasa yang unik, singkat, jelas, efektif, mudah dipahami, dan menarik perhatian, jika diperlukan, dapat dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi.                                                                                                                          Berdasarkan pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa poster adalah satu jenis karangan persuasi karena poster mempunyai sifat mengajak atau mempengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu. Poster merupakan informasi yang ditulis dalam media tertentu yang bersifat persuasif sehingga pembaca yakin dengan hal yang diposterkan dan biasanya dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi agar menarik. Di samping itu, poster dalam tulisan ini diartikan sebagai kombinasi visual yang berisi gambar dan informasi berupa ajakan, pengumuman, atau iklan dengan maksud menarik perhatian dan atau memotivasi tingkah laku yang ditempatkan di tempat umum yang dicetak pada sehelai kertas atau bahan lain dengan ukuran sesuai kebutuhan.
2.   Jenis-jenis Poster
Jenis-jenis poster dapat ditinjau dari dua segi, yaitu berdasarkan penempatan dan berdasarkan tujuan.                                                                                                      Berdasarkan segi penempatannya, poster terdiri atas                                                                  
1.      poster dalam, yaitu poster yang diletakkan dalam ruangan tertutup (indoor) dan 
2.       poster luar, yaitu poster yang ditempelkan atau diletakkan di luar ruangan (outdoor).
Sedangkan jenis poster berdasarkan tujuannya meliputi poster sosial dan poster komersial.
1.      Poster sosial adalah poster yang digunakan untuk mendukung program-program yang direncanakan. Sementara itu,
2.      poster komersial merupakan poster yang berisi pesan menawarkan produk untuk membujuk orang supaya mengambil keputusan untuk membeli (Kertamukti 2008:1).    Pendapat lain dikemukakan oleh Luchihuki (2011) yang membedakan jenis poster menjadi empat, yaitu
ü  poster niaga,
ü  poster pendidikan,
ü  poster penerangan, dan
ü  poster kegiatan.
Hampir sama dengan pendapat sebelumnya, Kurniawan (2012) mengemukakan jenis-jenis poster menurut isinya. Adapun jenis-jenis poster menurut isinya dibagi menjadi empat jenis yaitu :
1)      poster kegiatan yang bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan dan mengajak pembaca untuk mengikuti atau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,
2)      poster penerangan atau pendidikan yang bertujuan mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu,
3)      poster hiburan yang bertujuan memberitahukan adanya suatu hal yang bersifat hiburan, dan
4)      poster niaga yang bertujuan menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa. Sementara itu Rachmawati (2012) mengelompokkan jenis poster menjadi dua belas, yaitu:
1.      poster propaganda,
2.      poster kampanye, poster ini biasanya digunakan sebagai penarik simpati dari calon pemimpin saat pemilihan umum,
3.      poster wanted, poster ini digunakan saat sayembara untuk menemukan penjahat yang sedang dicari negara,
4.      poster cheesecake, yaitu poster yang biasanya diperuntukkan untuk anak-anak muda. Biasanya poster ini berisi gambar artis,
5.      poster film, yaitu poster yang berfungsi mempopulerkan film-film. Poster ini dibuat dengan teknologi dan profesionalisme sangat tinggi karena melibatkan finansial yang luas. Oleh karena itu, pembuat poster ini adalah desainer-desainer terbaik,
6.      poster komik buku, yaitu poster yang berisi gambar pada buku komik,
7.      poster affirmation, yaitu poster yang berisi motivasi dengan kata-kata yang tertulis pada poster tersebut. Teks atau kata-kata motivasi yang tertulis biasanya tentang kepemimpinan, peluang, dan lain-lain,
8.      poster riset dan kegiatan ilmiah, poster ini sering dipakai kalangan akademisi untuk mempromosikan kegiatan ilmiah,
9.      poster di dalam kelas, poster ini populer di sekolah-sekolah di Amerika Utara. Poster ini bervariasi, misalnya poster untuk memotivasi murid agar bersikap baik, poster yang berisi bahan pelajaran yang singkat, tabel perkalian, pengenalan bahasa asing, peta, dan lain-lain,
10.  poster karya seni, poster ini merupakan ekspresi desain grafis yang dibuat dengan tujuan seni. Poster ini biasanya dibuat mahasiswa seni grafis sebagai ajang kreativitas,
11.  poster pelayanan masyarakat, adalah poster yang tidak bersifat komersial dan biasanya sering dilombakan oleh lembaga-lembaga pemerintahan maupun LSM,
12.  poster komersial, poster ini didesain dan diproduksi sebagai sarana mempromosikan suatu produk dan diproduksi dengan anggaran tertentu.                                    Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat empat jenis poster, yaitu
1)      poster niaga, yaitu poster yang berisi tentang suatu barang yang diperjualbelikan,
2)      poster pendidikan, yaitu poster yang berisi himbauan tentang pendidikan,
3)      poster penerangan, yaitu poster yang berisi tentang penjelasan mengenai suatu hal, dan
4)      poster kegiatan, yaitu poster yang bertujuan mengumumkan dan memeri informasi mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan.
3.      Karakteristik Poster
Poster yang dinamis, menonjolkan kualitas, dan sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pembaca dan harus cukup kuat untuk menarik perhatian pembaca. Poster yang efektif pada umunya enak dipandang walaupun tidak perlu nyata dalam kejadian yang sangat dramatik. Rohani (1997: 77) menyebutkan karakteristik poster antara lain:
Ø  berupa suatu lukisan atau gambar,
Ø  menyampaikan suatu pesan atau ide tertentu,
Ø  huruf-hurufnya cukup besar dan mudah dibaca,
Ø  menarik dan memuaskan perhatian orang yang melihatnya,
Ø  menggunakan kata-kata efektif, sugestif, dan mudah diingat,
Ø  pilihan kata-katanya harus tepat dan kalimatnya bersifat persuasfi (ajakan),
Ø  dapat dibaca dalam waktu yang singkat,
Ø  menggunakan variasi bentuk huruf dan variasi warna yang menarik,
Ø  berani, langsung, dinamis, dan menimbulkan kejutan,
Ø  anatara ilustrasi dan tulisan harus ada keseimbangan,
Ø  teks ringkas, jelas, dan bermakna, dan
Ø  sederhana tetapi mempunyai daya tarik dan daya guna yang maksimal.
Menurut Hasnun (2006: 51) pada prinsipnya poster merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi atau memperingatkan pada gagsan pokok, fakta atau peristiwa tertentu. Desain sebuah poster merupakan perpaduan antara kesederhanaan serta dinamika. Berbagai warna yang mencolok dan kontras seringkali dipakai dalam poster. Sedangkan menurut Sudjana (2002), poster yang baik harus dinamis, menonjulkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara terinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya.
Bahasa poster memiliki perbedaan dan keunikan dari bahasa lainnya, seperti bahasa pengumuman atau bahasa surat. Bahasa poster singkat, jelas, dan memiliki daya pikat. Singkat maksudnya tidak panjang dan tidak berbelit-belit. Kata-katanya padat dan penuh isi, serta setiap kata memiliki fungsi. Artinya, tidak ada kata yang penempatannya tidak bermakna. Jelas, maksudnya tidak membingungkan pembaca. Memiliki daya pikat, maksudnya dengan membaca poster yang dipasang, pembaca merasa tertarik. Oleh sebab itu, pemilihan dan penempatan kata yang sesuai sangat penting diperhatikan oleh penulis poster.
Kata-kata yang dipergunakan efektif, sugestif, dan mudah diingat. Efektif, maksudnya tidak menggunakan kata-kata yang tidak bermanfaat. Setiap kata yang ditempelkan memiliki arti dan saling mendukung. Sugestif, maksudnya dengan membaca atau melihat poster yang dipasang, masyarakat tergugah hatinya untuk membeli atau mengikuti isi dan tujuan poster. Mudah diingat, berarti kata-kata dalam poster tidak berbelit-belit dan panjang. Apabila mempergunakan gambar, gambar harus jelas, tidak mencolok, dan harus sesuai dengan gagasan yang disampaikan.
Menyusun kata-kata dalam poster harus menghindarkan dari kata-kata yang bernada bombastis atau memuji barang atau kegiatan yang ingin dilaksanakan secara berlebihan. Poster tersebut akhirnya tidak akan komunikatif dan tidak mendapat tempat di hati masyarakat. Kedudukan poster dalam menawarkan atau menyosialisasikan sesuatu sangat penting.  Oleh sebab itu, penulis poster perlu memilki kejelian dalam menyusun kata-kata yang sesuai dengan menguasai bentuk-bentuk apa yang ingin disampaikan.
Hal lain yang sama pentingnya adalah komposisi, warna, dan teknik unsur pokok di dlam penyajian poster yang efektif. Unsur-unsur ini pun dapat dipakai pada gambar datar, bagan-bagan, papan rencana, dan papan pengumuman yang pada dasarnya diperuntukkan bagi sarana gambar. Imajinasi kreatif, ditambah dengan pemusatan perhatian yang bagus, akan dihindarkan dalam mendukung tekanan dan kontras yang tegas. Warna memberi arti dan ungkapan seindah lukisan yang bagus. Warna memberikan sifat kontras dan kuat, karena merupakan daya tarik bagi sebuah poster yang baik.                                                                                 Dari berbagai uraian mengenai karakteristik poster di atas, dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya poster merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi, dan memperingatkan pembaca. Di samping itu, poster harus praktis, dapat menyampaikan pesan walaupun dibaca sambil lalu, menarik, mudah dimengerti, dan sederhana.
4.      Fungsi Poster
Poster telah mendapatkan perhatian yang cukup besar sebagai suatu media komunikasi visual untuk menyampaikan informasi, saran, pesan dan pesan, ide dan gagasan. Perannya sangat cepat dalam menanamkan atau mengingatkan kembali kepada para pembaca pada satu gagasan penting. Poster memiliki kekuatan dramatik yang yang tinggi, memikat, dan menarik perhatian.
 Beberapa fungsi poster menurut Sudjana (2002:56) antara lain:
·         sebagai motivasi,
·         sebagai peringatan, dan
·         sebagai pengalaman yang kreatif.
Poster dalam pengajaran berfungsi sebagai pendorong atau motivasi kegiatan belajar peserta didik. Dipihak lain poster dapat merangsang peserta didik untuk mempelajari lebih jauh atau ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang disampaikan melalui poster tersebut. Pesan melalui poster yang tepat akan membantu menyadarkan peserta didik, sehingga diharapkan bias mengubah perilakunya dalam praktik sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan, dan sebagai alat bantu mengajar poster member kemungkinan belajar kreatif dan partisipasi. Dengan kata lain, poster memberikan pengalaman baru sehingga menumbuhkan kreatifitas peserta didik dalam cara belajarnya.
Fungsi poster menurut Harto (dalam Setiawan 2004:14) antara lain:
·         poster berfungsi mengimbau, melarang, menggerakkan, atau bahkan mengajak,
·         elemen utama dari poster adalah gambar dan tulisan,
·         ada tema atau keinginan tertentu yang disampaikan yang sesuai dengan fungsi poster,
·         gambar biasanya lebih dominan dibandingkan dengan tulisan,
·         bisa berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi (mobile design).
Dari beberapa manfaat poster yang disebutkan, dapat diambil kesimpulan bahwa poster memiliki manfaat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat baik berupa imbauan, larangan, maupun ajakan. Fungsi poster juga sebagai motivasi, memberi imbauan, larangan, dan mengajak pembaca sesuai tema poster.
5.      Langkah Menulis Poster
Sebelum menulis poster hendaknya siswa memahami langkah-langkah menulis poster antara lain:
v  menentukan topik dan tujuan yang diposterkan,
v  merumuskan pesan atau amanat yang akan disampaikan,
v  merumuskan kalimat yang singkat, menarik, padat dan jelas sehingga apabila dibaca orang mudah mengerti,
v  menggunakan kalimat yang persuasif, bersifat membujuk, dan memiliki daya sugestif sehingga mudah mempengaruhi banyak orang,
v  menggunakan gambar pendukung tema dengan warna yang menarik dan sesuai komposisinya, dan
v  menggunakan media yang tepat, misalnya kain rentang, papan yang luas, seng atau lain-lain.
6.   Kriteria Menulis Poster
Menulis poster merupakan kegiatan menuangkan pikiran atau gagasan dalam bentuk media komunikasi visual yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, saran dan pesan, serta ide dan dapat mempengaruhi seseorang yang membacanya. Poster yang baik harus dinamis, menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara terinci, haus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya (Sudjana 2002:51).                                                                                                      Bentuk poster yang baik haruslah bersifat komunikatif, artinya mudah diterima dan dimengerti oleh penikmatnya. Dalam membuat poster hendaknya jangan terlalu banyak ilustrasi, tetapi menarik serta mudah dimengerti, teks yang dicantumkan ringkas, jelas, bermakna, bisa dibaca dalam waktu yang singkat, dan mempunyai daya tarik dan daya guna maksimal.                                                                                                                                                Kriteria menulis poster yang baik yaitu mengandung ciri-ciri atau karakteristik yang ada dalam poster antara lain:
§  berisi imbauan, larangan, atau ajakan,
§  terdapat gambar dan tulisan,
§  ada tema atau keinginan tertentu yang disampaikan sesuai dengan fungsi poster,
§  gambar biasanya lebih dominan dibandingkan dengan tulisam,
§  bias berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi (mobile design),
§  bersifat komunikatif, artinya mudah diterima dan dimengerti oleh penikmatnya,
§  dalam membuat poster hendaknya ilustrasi jangan terlalu banyak, tetapi menarik serta mudah dimengerti, teks yang dicantumkan supaya ringkas, jelas, dan bermakna, bisa dibaca dalam waktu yang singkat, mempunyai daya tarik daya guna maksimal.

7.   Kriteria Penilaian Poster yang Baik
Jabrohim dalam Safitri (2011:32) mengemukakan penilaian poster yang baik antara lain:                                                                                                                                        
*      komposisi poster,
*      keefektifan kalimat poster,
*      bentuk tulisan poster,
*      penyajian gambar, dan
*      kerapian.
Komposisi poster yang dimaksud adalah tulisan dalam poster tidak perlu detail. Sebuah poster yang baik mempunyai komposisi yang seimbang. Selain itu, kalimat poster juga harus efektif. Keefektifan kalimat tersebut diwujudkan dengan penggunaan diksi yang tepat, ringkas, kalimat bervariasi, dan persuasif. Poster tidak memerlukan kalimat yang panjang dan hanya kata-kata kunci yang ditonjolkan. Aspek penilaian berikutnya adalah bentuk tulisan poster.                                                                                                                          Tulisan poster hendaknya tebal, jelas, dan mudah dibaca serta rapi. Selain itu, tampilan gambar poster hendaknya bisa menarik perhatian, bersih, rapi dan mudah dipahami. Aspek-aspek yang dinilai dalam menulis poster antara lain:
*      kesesuaian isi dengan tujuan poster untuk mempersuasi,
*      memilih isi dan bentuk yang autentik dan kreatif,
*      tampilan warna dan gambar menarik atau tidak,
*      pemilihan diksi,
*      keefektifan kalimat ,dan
*      penggunaan ejaan.
Berdasarkan kriteria penilaian di atas maka dalam penelitian ini aspek-aspek yang dinilai pada keterampilan menulis poster meliputi,
1.      kesesuaian isi poster dengan topik yang dipilih melalui media kliping, gambar mendukung kalimat poster, bermakna, dan memiliki maksud dan tujuan yang jelas,
2.      kalimat poster persuasive, menggunakan diksi yang tepat, bervariasi, dan ringkas,
3.      bentuk tulisan jelas, ukuran huruf besar dan tebal, mudah dibaca dari jarak jauh, dan rapi,
4.      tampilan poster meliputi komposisi gambar dan tulisan selaras, pemilihan warna menarik perhatian, sederhana, dan tampilan bersih dan rapi,
5.      tampilan poster meliputi komposisi gambar dan tulisan selaras, pemilihan warna menarik perhatian, sederhana, dan tampilan bersih dan rapi,
6.      penggunaan ejaan dan tanda baca sesuai dengan EYD, penggunaan tanda baca tidak berlebihan dan dapat memperjelas maksud poster.
8.   Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Poster
Secara umum, poster yang baik hendaklah sederhana, menyajikan satu ide untuk mencapai satu tujuan pokok, berwarna, slogannya ringkas dan jitu, tulisannya jelas, dan motif dan desainnya bervariasi (Sadiman 1990:49). Sedangkan Kertamukti (2008:2) merumuskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan poster antara lain:
1)      objek poster yang akan dibuat,
2)      ide yang ingin disampaikan,
3)      pilihan kata harus tepat dan persuasif,
4)       menggunakan kata yang efektif, sugestif, dan mudah diingat,
5)      huruf-hurufnya cukup besar dan mudah dibaca,
6)      kalimat hendaknya mengandung suasana keakraban, dan
7)      menggunakan variasi bentuk dan variasi warna yang menarik.
Selain itu, Sudjana dan Rivai (2008:51) mengemukakan bahwa poster yang baik harus dinamis dan menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara terinci dan harus kuat untuk menarik perhatian. Luchihuki (2011) juga memaparkan bahwa dalam penulisan poster gambar harus mencolok sesuai dengan ide yang hendak disampaikan. Kata-kata yang digunakan juga harus efektif, sugestif, dan mudah diingat, tulisan dibuat besar agar mudah dibaca, dan poster dipasang di tempat yang strategis.
Dengan demikian, berdasarkan pendapat di atas, dapat ditarik simpulan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan poster adalah pengungkapan ide yang jelas, tampilan yang menarik (berwarna dan bervariasi), dan menggunakan kata-kata yang jelas, efektif, sugestif, dan mudah diingat.



9.   Aspek dan Kategori Penulisan Poster
Aspek penulisan poster meliputi
o   tampilan poster,
o   isi poster,
o   kalimat poster,
o   bentuk tulisan, dan
o   ejaan dan tanda baca.
Kriteria poster yang baik berdasarkan aspek –aspek tersebut akan dipaparkan secara rinci seperti berikut ini. Tampilan poster harus sederhana tetapi sudah cukup untuk mewakili ide. Selain itu, gambar juga harus sesuai dengan kata atau kalimat slogan. Tampilan poster yang baik adalah yang bersih dan menarik pembaca. Sementara itu, isi poster juga cukup berisi tema yang sederhana. Yang perlu diperhatikan adalah isi poster baik itu gambar dan slogan harus sesuai dengan tema. Dengan demikian, maksud atau tujuan poster jelas sehingga dapat menarik perhatian pembaca.
Slogan yang dipakai dalam penulisan poster berupa kata atau kalimat. Kata atau kalimat yang digunakan harus menggunakan kata-kata yang persuasif karena poster bertujuan untuk mengajak atau mempengaruhi pembaca. Selain itu, kata atau kalimat yang digunakan harus ringkas dan efektif namun cukup mewakili ide. Diksi yang digunakan juga harus tepat agar tidak menimbulkan makna ganda. Kalimat yang digunakan harus sesuai dengan gambar untuk membantu pemahaman pembaca.
Selain penggunaan kalimat, penggunaan ukuran dan bentuk tulisan juga mempengaruhi tampilan poster. Bentuk tulisan yang baik adalah jelas/dapat dibaca. Selain itu, tulisan juga harus rapi. Penggunaan bentuk atau ukuran yang variatif juga diperkenankan. Selain memperindah, poster, bentuk tulisan yang variatif juga dapat mempertegas maksud poster. Dari segi tampilan, bentuk tulisan tidak boleh mengurangi peran gambar. Jadi, penempatan dan ukuran tulisan juga harus diperhatikan.
Penggunaan kata atau kalimat dalam poster tidak terlepas dari ketepatan ejaan dan tanda baca. Tulisan dan tanda baca yang digunakan harus sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Penggunaan tanda baca juga perlu dipertimbankgan. Tanda baca tidak boleh berlebihan. Penggunaan tanda baca sebaiknya benar-benar mempertegas maksud poster.
BAB IV
PENUTUP KESIMPULAN
Sebagaimana dijelaskan pada landasan teori di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasannya di dalam teknik menulis berita seorang penulis haruslah mengetahui betul keadaan / kondisi pembaca pada masa sekarang ini, dengan begitu dia baru bisa menentukan berita yang seperti apa yang harus dimuat dan bagaimana cara menyuguhkannnya kepada para pembaca, sehingga bisa menghasilkan sebuah berita yang berkualitas dan layak jual.
Sedangkan didalam menulis poster juga diperlukan keterampilan yang khusus , tidak semua orang mampu menulis poster , dan semua orang orang akan bisa melakukan nya jika adanya sebuah  inovasi dan sebuah strategi belajar yang baru dalam pembelajaran menulis poster.
Demikianlah makalah yang kami buat, semoga bisa memberikan manfaat kepada para pembaca dan sekaligus bisa digunakan sebagai referensi bagi pembaca di dalam menulis berita, khususnya mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan ( fkip ) prodi pendidikan bhasa sastra indonesia .
Penulis mengakui bahwasannya makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu, kami mengharap saran yang konstruktif dari para pembaca demi tersempurnakannya makalah ini.








DAFTAR PUSTAKA

Sumadiria, AS Haris.2008. JURNALISTIK INDONESIA; Menulis beita dan feature. Bandung : SIMBIOSA REKATAMA MEDIA.
Barus, Sedia Willing. 2011. JURNALISTIK; Petunjuk Teknis Menulis Berita, Jakarta: ERLANGGA dan Macintosh Mac Pro.
Akhadiah, Sabarti dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Gie, The Liang. 2002. Terampil Mengarang. Yogyakarta: Andi.
Hasnun, Anwar. 2006. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Yogyakarta: Andi.
Komaidi, Didik. 2011. Panduan Lengkap Menulis Kreatif: Teori dan Praktek. Yogyakarta: Sabda Media.