TUGAS
MAKALAH MENULIS
MENULIS BERITA DAN MENULIS POSTER
Disusun Oleh :
Siti Mawansari : A1B116003
Dosen
Pengampu : Hj.Dra.nazurty.M.pd
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN AJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdullilah penulis sampaikan atas kehadirat Allah s.w.t
karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulisan makalah ini dapat diselesaikan
sesuai dengan rencana dan tepat waktu. Makalah
menulis berita dan menulis poster ini merupakan hasil dari sumber-sumber buku yang sudah kami
kumpulkan dan kami baca bersama.
kami kelompok II merupakan Penulis makalah ini , dan kami berasal dari mahasiswa/mahasiswi pendidikan bahasa sastra indonesia pada mata kuliah menulis di UNIVERSITAS JAMBI.
kami kelompok II merupakan Penulis makalah ini , dan kami berasal dari mahasiswa/mahasiswi pendidikan bahasa sastra indonesia pada mata kuliah menulis di UNIVERSITAS JAMBI.
Makalah
yang kami bahas ini mengkaji dan membahas tentang pengertian dan sejarah penulisan berita dan poster
,yang terdiri atas karakteristik , jenis-jenis, cara penulisan nya , dan fungsinya . Makalah menulis berita
dan poster ini dimaksudkan untuk dijadikan acuan utama
bagi mahasiswa/i yang sedang belajar mata kuliahmenulis , terutama bagi kami calon pendidik. Akhirnya penulis menyadari bahwa mkalah
ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima
kritik dan saran yang dimaksudkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Jambi, 27 februari,2017
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR
ISI.............................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN..........................................................................................................
A. LATAR
BELAKANG....................................................................................................
B. RUMUSAN
MASALAH...............................................................................................
BAB
II
PEMBAHASAN...........................................................................................................
A. Pengertian: Berita dan
Poster serta Sejarah Singkat Penulisannya...................................
B. Tehnik-Tehnik
Penulisan Berita serta langkah-langkah Penulisannya..............................
C. Bentuk dan
jenis susuanan berita ....................................
D. Proses
Menyusun berita serta Struktur penulisannya .....................................
E. Jenis-Jenis
dan Karakteristik Poster ....................................
F. Fungsi
Poster....................................
G. Lngkah-Langkah
Menulis Poster
H. Kriteria
Menulis dan Penilaian Poster yang baik
I. Aspek dan
Kategori Penulisan Poster
BAB
III
PENUTUP....................................................................................................................
A. KESIMPULAN..............................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Berita
adalah segala laproan mengenai peristiwa, kejadian, gagasan, fakta yang menarik
perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat dalam media massa agar
diketahui atau menjadi kesadaran umum. Di dalam menyampaikan sebuah berita, harus
jelas serta mudah untuk dipahami oleh para penikmat berita.
Dalam
pengemasannya berita dapat dimuat ke dalam bebeapa media misalnya media visual,
audio, audio-visual dan juga cetak.Pada kesempatan ini media cetak koranlah
yang sepertinya membutuhkan teknik tertentu dalam mengemasnya, supaya berita
yang disajikan dapat dengan nikmat dibaca dan dipahami oleh orang.
Berita
yang disajikan dalam bentuk tulisan haruslah menggunakan gaya penulisan yang
singkat tanpa mengurangi keabsahan dari nilai berita itu sendiri. Mengapa harus
demikian, itu dikarenakan tedapat selain media cetak terdapat media yang bisa
menampilkan berita dalam bentuk suara dan gambar (TV) sehingga lebih memudahkan
para penikmat berita dalam memperbaharui infomasinya mengenai hal-hal tetentu.
Sedangkan Menulis poster merupakan salah satu
pembelajaran menulis di tingkat SMP. Dalam proses pembelajarannya diharapkan dapat menjadi sebuah pembelajaran
yang tidak hanya melibatkan kemampuan menuangkan gagasan di selembar kertas, namun poster yang dibuat
diharapkan dapat berfungsi untuk mengomunikasikan pesan yang ingin disampaikan.
Kegiatan pembelajaran menulis poster ini siswa dipancing untuk memunculkan ide-idenya dan daya pikir kreatifnya
melalui bentuk poster yang dibuatnya.
Proses pembelajaran menulis poster mengalami kesulitan
dalam menuangkan gagasan yang ada dalam benak siswa menjadi sebuah tulisan dan perlunya
inovasi sebuah strategi belajar yang baru dalam pembelajaran menulis poster.
Inovasi strategi dalam sebuah pembelajaran, terutama pembelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia sangatlah diperlukan karena strategi pembelajaranmerupakan
salah satu komponen pembelajaran yang dapat menentukan ketercapaian tujuan
pembelajaran.
Oleh karena itu, menentukan sebuah strategi dalam
sebuah pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dalam proses pembelajaran.
Anthony (Hidayatdkk, 1990: 1) mengemukakan bahwa ”strategi itu sebagai suatu
teknik yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan”
Dari situlah penting kiranya jika penulis
mengungkapkan mengenai teknik penulisan berita dan poster dalam makalah ini,
supaya nantinya dapat digunakan sebagai salah satu bahan acuan atau referensi
bagi seorang wartawan pemula di dalam menulis berita dengan hasil beita yang
baik, mudah dipahami dan juga berbobot, sehingga bisa menarik minat pembaca.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari
pemaparan latar belakang diatas, kiranya penulis dapat menarik beberapa
permasalahan yang diantaranya :
1.
Apa
pengertian dari berita dan sejarah singkat berita ?
2.
Bagaimana
cara menghasilkan berita yang baik, mudah dipahami dan tidak membuat bingung
para pembaca berita serta hal apa saja yang perlu dipehatikan dalam menulis
sebuah berita?
3.
Apa
saja Langkah- Langkah Penulisan, bentuk dan jenis penulisan berita.?
4.
Apa
saja struktur penulisan dan jenis-jenis berita ?
5.
Apa
Pengertian poster dan sejarah singkat penulisan poster ?
6.
Apa
Jenis-jenis dan karakteristik poster ?
7.
Apa-apa
saja fungsi dari penilisan poster ?
8.
Apa
saja langkah-langkah penulisan poster ?
9.
Apa-apa
saja kriteria dan aspek-aspek kategori penulisan poster ?
BAB II
PEMBAHASAN
1.Menulis
Berita
A.
Pengertian Berita dan Sejarah Singkat Penulisan Berita Menurut pemaparan dari para ahli yang
kemudian disederhanakan, bahwasannya berita adalah segala laporan mengenai
peristiwa, gagasan, fakta yang menarik perhatian dan penting untuk disampaikan
atau dimuat dalam media massa agar diketahui atau menjadi kesadaran umum.[1] Menurut ( Curtis D. MacDougall ), ia menyebutkan bahwa sejak PD II banyak pakar jurnalistik atau pun
praktisi yang membahas tentang metode penulisan berita. Mereka terus melakukan
analisa terhadap cara-cara penulisan berita supaya berita yang disajikan mudah
dibaca, mudah dipahami, dan memiliki warna atau suasana sehingga dapat
menggugah hati pembaca.[2] Sebelum dikenal rumusan
5W+1H, jauh sebelum tahun 1930, teknik penulisan berita dianggap sudah cukup
hanya dengan memenuhi tiga atau empat pertanyaan, seperti who, what, where atau
when, dari fakta atau kejadian yang dilaporkan. Hingga pada tahap selanjutnya
hal itu dirasa kurang memadai, sehingga Associated Press misalnya, dalam suatu
buku petunjuk untuk staf redaksinya yaitu Associated Press Managing Editors
memperkenalkan suatu formula baru yang dikenal dengan formula 5W+1H (what, who,
where, why, when + How), atau ( siapa, apa,dimana,kapan,mengapa+bagaimana) , [3]
ini disebut sebagai unsur-unsur suatu berita. Kriteria Khusus
;
1. Kebijakan
redaksional /misi media . masing-masing media memiliki kebijakan.
2. Pendekatan
keamana (ancaman pembredalan , dan sebagainya.
3. Kepekaan
masyarakat pembaca dan kemungkinan dampak negatif berita terhadap pembaca .
Misalnya isu-isu yang menyangkut sara, atau bisa menyinggung perasaan atau
martabat pembaca
B.
Teknik Menulis Berita Menulis sebuah berita bukanlah hal yang
mudah, karena untuk bisa menghasilkan sebuah berita yang baik diperlukan
teknik-teknik yang baik dan benar pula di dalam mengumpulkan berita atau
menulisnya, agar berita yang dihasilkan berbobot dan memiliki daya tarik. pembaca.Disini akan diungkapkan
mengenai bagaimana menulis sebuah berita yang sesuai dengan kaedah-kaedah
penulisan berita.
1.
Langkah- Langkah Penulisan berita.
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam
penulisan berita:
a).Obyektif, seorang wartawan harus menjaga
jarak dengan peristiwa yang diangkatnya sebagai berita, dengan demikian seorang
wartawan dilarang melibatkan kepentingan pribadi dan pandangan subyektif atas
peristiwa. Namun tulisan harus faktual atau dituliskan berdasarkan fakta dan
data yang benar- benar ditemukan dilapangan.
b).Cover both side, tulisan harus seimbang
dan berusaha mencantumkan semua pihak yang terlibat dalam peristiwa.
c) Prinsip hemat kata, prinsip dasar
komunikasi menghendaki agar komunikasi berjalan dengan cepat dan jelas, dalam
waktu dan ruang yang relatif terbatas, selain itu perhatikan penggunaan bahasa
yang hemat dan maksud serta inti dari tulisan bisa dipahami. Hal ini agar
berita efisien dan efektif, baik dari pemilihan diksi, membentuk kalimat,
penyusunan alinea, hingga membentuk plot seefektif mungkin, yang terpenting
dalam penulisan berita adalah pembaca mudah mencerna informasi yang
disampaikan.
d).Berita harus menggandung unsur 5W+1H,
artinya dalam berita harus dijelaskan peristiwa apa yang ditulis, siapa saja
yang terkait, kapan itu terjadi, dimana terjadinya dan bagaimana rangkaian
peristiwa tersebut. e). Sebuah berita harus ditulis dalam
piramida terbalik .Dalam pola ini maka data yang paling penting harus diletakan
dialinea- alinea pertama. Dengan demikian semakin atas letak alinea, semakin
penting pula data yang dikandungnya, alinea pertama yamg disebut dengan lead
merupakan alinea terpenting. Sebab dalam lead inilah termuat angel(sudut
bidik), berita dan inti yang dipaparkan.[4]
2.
Bentuk dan Jenis Susunan Berita.
Pada
era modern seperti sekarang ini, sudah sangat banyak media penyaji berita yang
relative canggih dan juga efektif, sehingga memudahkan para pembaca berita di
dalam mendapatkan berita. Untuk itu, berita yang dimuat di media cetak pun
harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembaca, yang nota bene pembaca sekarang
adalah orang-orang yang tidak cukup memiliki banyak waktu di dalam
kesehariannya apalagi untuk membaca Koran, mereka cenderung lebih tertarik
untuk melihat berita melalui TV yang dianggap sangat efisian dalam mempebaharui
informasinya. Supaya media cetak tidak terlalu tertinggal jauh dengan TV atau
radio, maka harus dimuat dengan seefektif dan seefisien mungkin. Di bawah ini
adalah beberapa bentuk dari struktur penulisan sebuah berita, yaitu:
a) Bentuk Piramida terbalik; dalam penulisan
berita dimulai atau diawali dari berita yang dianggap paling penting, setelah
itu diikuti hal- hal yang kurang penting.Bentuk ini sering dipakai untuk
menulis berita- berita langsung (straight news). Bagian paling penting
dituangkan dalam lead atau alinea pertama berita.
b) Bentuk Piramida tegak; penulisan berita
diawali dari hal- hal yang kurang penting, kemudian diikuti ke hal- hal yang
semakin lama semakin penting.
c) Bentuk Pararel; penulisan berita ini antara
alinea- alinea awal, pertengahan hingga akhir dianggap memiliki bobot yang
tidak jauh berbeda.
d) Bentuk Kronologis; penulisan bentuk ini
memaparkan data- data atau informasi secara berurutan. Antara alinea awal,
pertengahan sampai akhir berita merupakan proses waktu atau peristiwa yang
sulit untuk dipisahkan. [5]
Beberapa
macam berita ;
Dari
segi bentuknya soft news dibagi menjadi dua yaitu News features dan features. Features adalah tehnik penulisan yang khas
berbentuk luwes, tahan lama, menarik, strukturnya tidak kaku, dan bisanya
mengangkat aspek kemanusiaan.
3. Proses atau tahap menulis atau menyusun berita: Dibawah ini adalah tahap dalam penulisan
sebuah berita atau bisa dikatakan juga sebagai alur menulis berita, yakni:
a. Fact
Organizing yaitu pengorganisasian/ pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan
menulis berita. Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, ataupun
menggunakan data- data tertulis yang telah tersedia.
b. Lead Decission yaitu penentuan lead untuk
teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita.
c. menentukan lead, bisa berarti gagal menulis
berita.
d.
Word selection yaitu pemilihan kata- kata yang cocok, untuk
mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat- lompat
sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.
e.
Start to write yaitu ambil mesin ketik
atau komputer, kertas, jika perlu referensi pendukung. Konsentrasilah dalam
menulis sehingga tidak keliru.
Menurut Prof. John Hohenberg, sebagaimana dikutip oleh Rosihan Anwar dalam
bukunya Bahasa Jurnalistik dan Komposisi, gaya bahasa dan patokan yang
digunakan dalam penulisan berita sebaiknya :
1. Teliti, ringkas, jelas, dan mudah dimengerti.
2. Gunakanlah kalimat yang relative singkat,
sederhana, dan satu paragraf cukup terdiri atas satu hingga tiga kalimat.
3. Satu gagasan sama dengan satu kalimat.
4. Prioritaskan kata-kata yang pendek.
5. Gunakan kata kerja yang kuat dan berhemat dalam
menggunakan kata sifat.
6. Spesifik dalam penulisan (seperti dalam
menyebutkan tinggi, berat, jarak dan lain-lain).
7. Gunakan kutipan-kutipan yang mengandung arti
secara parsial.
Struktur
penulisan Berita
Hard News/Straight News biasanya ditulis dalam bentuk
struktur “piramida terbalik” yakni inti berita ditulis pada bagian paling awal
dan hal-hal yang tidak penting ditulis dibagian belakangan. Soft
News, News Feature, dan Feature ditulis dengan gaya yang tidak kaku. Hal-hal
yang penting bisa ditulis dibagian awal, namun juga tidak mutlak. Yang penting
tetap menaarik untuk dibaca
2. Menulis
Poster
A.
Pengertian Poster dan Sejarah Singkat Penulisan Poster
Pada
prinsipnya poster merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi
gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk
menarik perhatian, membujuk, memotivasi atau memperingatkan pada gagsan pokok,
fakta atau peristiwa tertentu. Desain sebuah poster merupakan perpaduan antara
kesederhanaan serta dinamika. Berbagai warna yang mencolok dan kontras
seringkali dipakai dalam poster. Menurut
Kustandi dan Sutjipto (2011:50) menyebutkan
bahwa poster adalah media yang diharapkan mampu mempengaruhi dan memotivasi
tingkah laku orang yang melihatnya. Poster merupakan media komunikasi yang
efektif untuk menyampiakan pesan singkat, padat, dan impresif, karena ukurannya
yang relatif besar. Poster
dapat didefinisikan sebagai media untuk menyampaikan kesan tertentu dan mampu
pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
Sebagai contoh mempengaruhi orang untuk membeli produk tertentu, untuk
mengikuti program Keluarga Berencana, atau untuk menyayangi binatang. Penulisan
poster dapat di kain, kertas, batang kayu, seng dan semacamnya. Pemasangannya biasanya
di kelas, di pohon, di tepi jalan, di majalah. Ukurannya bermacam-macam
tergantung kebutuhan (Sadiman dkk. 1990:48). Poster
adalah alat untuk mengimbau, memberitahu atau mengumumkan melalui tulisan dan
biasanya dilengkapi dengan gambar. Gambar dipesan sesuai tujuan dari tulisan
yang dibuat. Poster adalah media untuk menyampaikan pesan kepada pembaca dengan
jelas melalui susunan kata-kata dan gambar. Poster juga berfungsi sosial, sebab
dapat mempengaruhi masyarakat dari tingkah laku atau tindakannya dalam kegiatan
sehari-hari dalam suasana yang bersifat umum (Bari 2001:11) poster adalah gambar atau tulisan di atas
kertas atau kain yang dipasang di tempat umum berisi pemberitahuan. Hasnun
(2006:253) mengungkapkan
bahwa poster merupakan gambar atau tulisan di atas kertas atau kain yang
dipasang di tempat umum berisi pemberitahuan.Hasnun menambahkan, isi dan tujuan
poster beragam. Ada poster yang berisi imbauan kepada masyarakat tentang suatu
kegiatan. Ada juga poster yang berisi larangan untuk menghindari perbuatan
tertentu. Misalnya poster tentang bahaya narkoba, baik melalui kata-kata maupun
gambar. Ada juga poster yang berisi ajakan agar masyarakat mau membeli barang
tertentu atau menghadiri acara tertentu.
Zanu (2009:1) mendefinisikan poster sebagai gambar-gambar
yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian, sedikit menggunakan
kata-kata. Poster dicetak pada sehelai kertas atau bahan lain yang ditempatkan
di tempat umum. Sementara
itu, menurut Sudjana dan Rivai (2009:51) poster adalah kombinasi visual dari
rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap
perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di
dalam ingatannya. Poster
seperti dijelaskan Lucihuki (2011) didefinisikan sebagai plakat yang dipasang
di tempat umum yang berupa pengumuman atau iklan. Poster lebih mementingkan
gambar. Poster juga berisi promosi suatu produk, penyampaian informasi kepada
masyarakat, seperti KB, penghijauan, atau tertib lalu lintas. Melengkapi
pendapat yang dikemukakan Luchihuki, Kurniawan (2012) merumuskan pengertian poster sebagai plakat
yang ditempatkan di tempat umum, biasanya berupa ajakan, pengumuman, atau iklan
yang bertujuan untuk menyampaikan suatu informasi dan mempengaruhi pandangan
serta pendapat orang mengenai informasi tersebut. Poster memiliki ciri bahasa
yang unik, singkat, jelas, efektif, mudah dipahami, dan menarik perhatian, jika
diperlukan, dapat dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi. Berdasarkan
pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa poster adalah satu jenis
karangan persuasi karena poster mempunyai sifat mengajak atau mempengaruhi
pembaca untuk melakukan sesuatu. Poster merupakan informasi yang ditulis dalam
media tertentu yang bersifat persuasif sehingga pembaca yakin dengan hal yang
diposterkan dan biasanya dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi agar menarik.
Di samping itu, poster dalam tulisan ini diartikan sebagai kombinasi visual
yang berisi gambar dan informasi berupa ajakan, pengumuman, atau iklan dengan
maksud menarik perhatian dan atau memotivasi tingkah laku yang ditempatkan di
tempat umum yang dicetak pada sehelai kertas atau bahan lain dengan ukuran
sesuai kebutuhan.
2.
Jenis-jenis Poster
Jenis-jenis
poster dapat ditinjau dari dua segi, yaitu berdasarkan penempatan dan
berdasarkan tujuan. Berdasarkan segi penempatannya, poster terdiri
atas
1. poster dalam, yaitu poster yang diletakkan
dalam ruangan tertutup (indoor) dan
2. poster
luar, yaitu poster yang ditempelkan atau diletakkan di luar ruangan (outdoor).
Sedangkan
jenis poster berdasarkan tujuannya meliputi poster sosial dan poster komersial.
1.
Poster
sosial adalah poster yang digunakan untuk mendukung program-program yang
direncanakan. Sementara itu,
2.
poster
komersial merupakan poster yang berisi pesan menawarkan produk untuk membujuk
orang supaya mengambil keputusan untuk membeli (Kertamukti 2008:1). Pendapat lain dikemukakan oleh Luchihuki (2011) yang membedakan jenis poster menjadi empat,
yaitu
ü poster niaga,
ü poster pendidikan,
ü poster penerangan, dan
ü poster kegiatan.
Hampir
sama dengan pendapat sebelumnya, Kurniawan (2012) mengemukakan jenis-jenis poster menurut
isinya. Adapun jenis-jenis poster menurut isinya dibagi menjadi empat jenis
yaitu :
1)
poster
kegiatan yang bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan dan mengajak
pembaca untuk mengikuti atau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,
2)
poster
penerangan atau pendidikan yang bertujuan mempengaruhi pembaca untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu,
3)
poster
hiburan yang bertujuan memberitahukan adanya suatu hal yang bersifat hiburan,
dan
4)
poster
niaga yang bertujuan menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu
barang atau jasa. Sementara itu Rachmawati (2012) mengelompokkan jenis poster menjadi dua
belas, yaitu:
1.
poster
propaganda,
2.
poster
kampanye, poster ini biasanya digunakan sebagai penarik simpati dari calon
pemimpin saat pemilihan umum,
3.
poster
wanted, poster ini digunakan saat sayembara untuk menemukan penjahat yang
sedang dicari negara,
4.
poster
cheesecake, yaitu poster yang biasanya diperuntukkan untuk anak-anak muda.
Biasanya poster ini berisi gambar artis,
5.
poster
film, yaitu poster yang berfungsi mempopulerkan film-film. Poster ini dibuat
dengan teknologi dan profesionalisme sangat tinggi karena melibatkan finansial
yang luas. Oleh karena itu, pembuat poster ini adalah desainer-desainer
terbaik,
6.
poster
komik buku, yaitu poster yang berisi gambar pada buku komik,
7.
poster
affirmation, yaitu poster yang berisi motivasi dengan kata-kata yang tertulis
pada poster tersebut. Teks atau kata-kata motivasi yang tertulis biasanya
tentang kepemimpinan, peluang, dan lain-lain,
8.
poster
riset dan kegiatan ilmiah, poster ini sering dipakai kalangan akademisi untuk
mempromosikan kegiatan ilmiah,
9.
poster
di dalam kelas, poster ini populer di sekolah-sekolah di Amerika Utara. Poster
ini bervariasi, misalnya poster untuk memotivasi murid agar bersikap baik,
poster yang berisi bahan pelajaran yang singkat, tabel perkalian, pengenalan
bahasa asing, peta, dan lain-lain,
10. poster karya seni, poster ini merupakan
ekspresi desain grafis yang dibuat dengan tujuan seni. Poster ini biasanya
dibuat mahasiswa seni grafis sebagai ajang kreativitas,
11. poster pelayanan masyarakat, adalah poster
yang tidak bersifat komersial dan biasanya sering dilombakan oleh
lembaga-lembaga pemerintahan maupun LSM,
12. poster komersial, poster ini didesain dan
diproduksi sebagai sarana mempromosikan suatu produk dan diproduksi dengan
anggaran tertentu. Berdasarkan
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat empat jenis poster, yaitu
1)
poster
niaga, yaitu poster yang berisi tentang suatu barang yang diperjualbelikan,
2)
poster
pendidikan, yaitu poster yang berisi himbauan tentang pendidikan,
3)
poster penerangan,
yaitu poster yang berisi tentang penjelasan mengenai suatu hal, dan
4)
poster
kegiatan, yaitu poster yang bertujuan mengumumkan dan memeri informasi mengenai
kegiatan yang akan dilaksanakan.
3.
Karakteristik
Poster
Poster
yang dinamis, menonjolkan kualitas, dan sederhana tidak memerlukan pemikiran
bagi pembaca dan harus cukup kuat untuk menarik perhatian pembaca. Poster yang
efektif pada umunya enak dipandang walaupun tidak perlu nyata dalam kejadian
yang sangat dramatik. Rohani (1997: 77) menyebutkan karakteristik poster antara
lain:
Ø berupa suatu lukisan atau gambar,
Ø menyampaikan suatu pesan atau ide tertentu,
Ø huruf-hurufnya cukup besar dan mudah dibaca,
Ø menarik dan memuaskan perhatian orang yang
melihatnya,
Ø menggunakan kata-kata efektif, sugestif, dan
mudah diingat,
Ø pilihan kata-katanya harus tepat dan
kalimatnya bersifat persuasfi (ajakan),
Ø dapat dibaca dalam waktu yang singkat,
Ø menggunakan variasi bentuk huruf dan variasi
warna yang menarik,
Ø berani, langsung, dinamis, dan menimbulkan
kejutan,
Ø anatara ilustrasi dan tulisan harus ada
keseimbangan,
Ø teks ringkas, jelas, dan bermakna, dan
Ø sederhana tetapi mempunyai daya tarik dan
daya guna yang maksimal.
Menurut
Hasnun (2006: 51) pada prinsipnya poster merupakan gagasan yang dicetuskan dalam
bentuk ilustrasi gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar,
bertujuan untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi atau memperingatkan
pada gagsan pokok, fakta atau peristiwa tertentu. Desain sebuah poster
merupakan perpaduan antara kesederhanaan serta dinamika. Berbagai warna yang
mencolok dan kontras seringkali dipakai dalam poster. Sedangkan menurut Sudjana
(2002), poster yang baik
harus dinamis, menonjulkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan
pemikiran bagi pengamat secara terinci, harus cukup kuat untuk menarik
perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya.
Bahasa
poster memiliki perbedaan dan keunikan dari bahasa lainnya, seperti bahasa
pengumuman atau bahasa surat. Bahasa poster singkat, jelas, dan memiliki daya
pikat. Singkat maksudnya tidak panjang dan tidak berbelit-belit. Kata-katanya
padat dan penuh isi, serta setiap kata memiliki fungsi. Artinya, tidak ada kata
yang penempatannya tidak bermakna. Jelas, maksudnya tidak membingungkan
pembaca. Memiliki daya pikat, maksudnya dengan membaca poster yang dipasang,
pembaca merasa tertarik. Oleh sebab itu, pemilihan dan penempatan kata yang
sesuai sangat penting diperhatikan oleh penulis poster.
Kata-kata
yang dipergunakan efektif, sugestif, dan mudah diingat. Efektif, maksudnya
tidak menggunakan kata-kata yang tidak bermanfaat. Setiap kata yang ditempelkan
memiliki arti dan saling mendukung. Sugestif, maksudnya dengan membaca atau
melihat poster yang dipasang, masyarakat tergugah hatinya untuk membeli atau
mengikuti isi dan tujuan poster. Mudah diingat, berarti kata-kata dalam poster
tidak berbelit-belit dan panjang. Apabila mempergunakan gambar, gambar harus
jelas, tidak mencolok, dan harus sesuai dengan gagasan yang disampaikan.
Menyusun
kata-kata dalam poster harus menghindarkan dari kata-kata yang bernada
bombastis atau memuji barang atau kegiatan yang ingin dilaksanakan secara
berlebihan. Poster tersebut akhirnya tidak akan komunikatif dan tidak mendapat
tempat di hati masyarakat. Kedudukan poster dalam menawarkan atau menyosialisasikan
sesuatu sangat penting. Oleh sebab itu,
penulis poster perlu memilki kejelian dalam menyusun kata-kata yang sesuai
dengan menguasai bentuk-bentuk apa yang ingin disampaikan.
Hal
lain yang sama pentingnya adalah komposisi, warna, dan teknik unsur pokok di
dlam penyajian poster yang efektif. Unsur-unsur ini pun dapat dipakai pada
gambar datar, bagan-bagan, papan rencana, dan papan pengumuman yang pada
dasarnya diperuntukkan bagi sarana gambar. Imajinasi kreatif, ditambah dengan
pemusatan perhatian yang bagus, akan dihindarkan dalam mendukung tekanan dan
kontras yang tegas. Warna memberi arti dan ungkapan seindah lukisan yang bagus.
Warna memberikan sifat kontras dan kuat, karena merupakan daya tarik bagi
sebuah poster yang baik. Dari
berbagai uraian mengenai karakteristik poster di atas, dapat disimpulkan bahwa
pada prinsipnya poster merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi
gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk
menarik perhatian, membujuk, memotivasi, dan memperingatkan pembaca. Di samping
itu, poster harus praktis, dapat menyampaikan pesan walaupun dibaca sambil
lalu, menarik, mudah dimengerti, dan sederhana.
4.
Fungsi
Poster
Poster
telah mendapatkan perhatian yang cukup besar sebagai suatu media komunikasi
visual untuk menyampaikan informasi, saran, pesan dan pesan, ide dan gagasan.
Perannya sangat cepat dalam menanamkan atau mengingatkan kembali kepada para
pembaca pada satu gagasan penting. Poster memiliki kekuatan dramatik yang yang
tinggi, memikat, dan menarik perhatian.
Beberapa fungsi poster menurut Sudjana (2002:56) antara lain:
·
sebagai
motivasi,
·
sebagai
peringatan, dan
·
sebagai
pengalaman yang kreatif.
Poster
dalam pengajaran berfungsi sebagai pendorong atau motivasi kegiatan belajar
peserta didik. Dipihak lain poster dapat merangsang peserta didik untuk
mempelajari lebih jauh atau ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang
disampaikan melalui poster tersebut. Pesan melalui poster yang tepat akan
membantu menyadarkan peserta didik, sehingga diharapkan bias mengubah
perilakunya dalam praktik sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan, dan sebagai
alat bantu mengajar poster member kemungkinan belajar kreatif dan partisipasi.
Dengan kata lain, poster memberikan pengalaman baru sehingga menumbuhkan kreatifitas
peserta didik dalam cara belajarnya.
Fungsi poster menurut
Harto (dalam Setiawan 2004:14) antara lain:
·
poster
berfungsi mengimbau, melarang, menggerakkan, atau bahkan mengajak,
·
elemen
utama dari poster adalah gambar dan tulisan,
·
ada
tema atau keinginan tertentu yang disampaikan yang sesuai dengan fungsi poster,
·
gambar
biasanya lebih dominan dibandingkan dengan tulisan,
·
bisa
berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi (mobile design).
Dari
beberapa manfaat poster yang disebutkan, dapat diambil kesimpulan bahwa poster
memiliki manfaat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat baik berupa
imbauan, larangan, maupun ajakan. Fungsi poster juga sebagai motivasi, memberi
imbauan, larangan, dan mengajak pembaca sesuai tema poster.
5.
Langkah
Menulis Poster
Sebelum
menulis poster hendaknya siswa memahami langkah-langkah menulis poster antara
lain:
v menentukan topik dan tujuan yang diposterkan,
v merumuskan pesan atau amanat yang akan
disampaikan,
v merumuskan kalimat yang singkat, menarik,
padat dan jelas sehingga apabila dibaca orang mudah mengerti,
v menggunakan kalimat yang persuasif, bersifat
membujuk, dan memiliki daya sugestif sehingga mudah mempengaruhi banyak orang,
v menggunakan gambar pendukung tema dengan
warna yang menarik dan sesuai komposisinya, dan
v menggunakan media yang tepat, misalnya kain
rentang, papan yang luas, seng atau lain-lain.
6.
Kriteria Menulis Poster
Menulis
poster merupakan kegiatan menuangkan pikiran atau gagasan dalam bentuk media
komunikasi visual yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, saran dan pesan,
serta ide dan dapat mempengaruhi seseorang yang membacanya. Poster yang baik
harus dinamis, menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan
pemikiran bagi pengamat secara terinci, haus cukup kuat untuk menarik
perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya (Sudjana 2002:51). Bentuk poster yang baik haruslah bersifat
komunikatif, artinya mudah diterima dan dimengerti oleh penikmatnya. Dalam
membuat poster hendaknya jangan terlalu banyak ilustrasi, tetapi menarik serta
mudah dimengerti, teks yang dicantumkan ringkas, jelas, bermakna, bisa dibaca
dalam waktu yang singkat, dan mempunyai daya tarik dan daya guna maksimal. Kriteria
menulis poster yang baik yaitu mengandung ciri-ciri atau karakteristik yang ada
dalam poster antara lain:
§ berisi imbauan, larangan, atau ajakan,
§ terdapat gambar dan tulisan,
§ ada tema atau keinginan tertentu yang
disampaikan sesuai dengan fungsi poster,
§ gambar biasanya lebih dominan dibandingkan
dengan tulisam,
§ bias berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi
(mobile design),
§ bersifat komunikatif, artinya mudah diterima
dan dimengerti oleh penikmatnya,
§ dalam membuat poster hendaknya ilustrasi
jangan terlalu banyak, tetapi menarik serta mudah dimengerti, teks yang
dicantumkan supaya ringkas, jelas, dan bermakna, bisa dibaca dalam waktu yang
singkat, mempunyai daya tarik daya guna maksimal.
7.
Kriteria Penilaian Poster yang Baik
Jabrohim dalam Safitri (2011:32) mengemukakan penilaian poster yang baik
antara lain:
Komposisi
poster yang dimaksud adalah tulisan dalam poster tidak perlu detail. Sebuah
poster yang baik mempunyai komposisi yang seimbang. Selain itu, kalimat poster
juga harus efektif. Keefektifan kalimat tersebut diwujudkan dengan penggunaan
diksi yang tepat, ringkas, kalimat bervariasi, dan persuasif. Poster tidak
memerlukan kalimat yang panjang dan hanya kata-kata kunci yang ditonjolkan.
Aspek penilaian berikutnya adalah bentuk tulisan poster. Tulisan
poster hendaknya tebal, jelas, dan mudah dibaca serta rapi. Selain itu,
tampilan gambar poster hendaknya bisa menarik perhatian, bersih, rapi dan mudah
dipahami. Aspek-aspek yang dinilai dalam menulis poster antara lain:
Berdasarkan
kriteria penilaian di atas maka dalam penelitian ini aspek-aspek yang dinilai
pada keterampilan menulis poster meliputi,
1.
kesesuaian
isi poster dengan topik yang dipilih melalui media kliping, gambar mendukung
kalimat poster, bermakna, dan memiliki maksud dan tujuan yang jelas,
2.
kalimat
poster persuasive, menggunakan diksi yang tepat, bervariasi, dan ringkas,
3.
bentuk
tulisan jelas, ukuran huruf besar dan tebal, mudah dibaca dari jarak jauh, dan
rapi,
4. tampilan
poster meliputi komposisi gambar dan tulisan selaras, pemilihan warna menarik
perhatian, sederhana, dan tampilan bersih dan rapi,
5.
tampilan
poster meliputi komposisi gambar dan tulisan selaras, pemilihan warna menarik
perhatian, sederhana, dan tampilan bersih dan rapi,
6.
penggunaan
ejaan dan tanda baca sesuai dengan EYD, penggunaan tanda baca tidak berlebihan
dan dapat memperjelas maksud poster.
8.
Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Poster
Secara
umum, poster yang baik hendaklah sederhana, menyajikan satu ide untuk mencapai
satu tujuan pokok, berwarna, slogannya ringkas dan jitu, tulisannya jelas, dan
motif dan desainnya bervariasi (Sadiman 1990:49). Sedangkan Kertamukti (2008:2) merumuskan ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam penulisan poster antara lain:
1)
objek
poster yang akan dibuat,
2)
ide
yang ingin disampaikan,
3)
pilihan
kata harus tepat dan persuasif,
4)
menggunakan kata yang efektif, sugestif, dan
mudah diingat,
5)
huruf-hurufnya
cukup besar dan mudah dibaca,
6)
kalimat
hendaknya mengandung suasana keakraban, dan
7)
menggunakan
variasi bentuk dan variasi warna yang menarik.
Selain
itu, Sudjana dan Rivai (2008:51) mengemukakan bahwa poster yang baik harus
dinamis dan menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan
pemikiran bagi pengamat secara terinci dan harus kuat untuk menarik perhatian. Luchihuki
(2011) juga memaparkan
bahwa dalam penulisan poster gambar harus mencolok sesuai dengan ide yang
hendak disampaikan. Kata-kata yang digunakan juga harus efektif, sugestif, dan
mudah diingat, tulisan dibuat besar agar mudah dibaca, dan poster dipasang di
tempat yang strategis.
Dengan
demikian, berdasarkan pendapat di atas, dapat ditarik simpulan hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam penulisan poster adalah pengungkapan ide yang jelas,
tampilan yang menarik (berwarna dan bervariasi), dan menggunakan kata-kata yang
jelas, efektif, sugestif, dan mudah diingat.
9.
Aspek dan Kategori Penulisan Poster
Aspek penulisan poster meliputi
o tampilan poster,
o isi poster,
o kalimat poster,
o bentuk tulisan, dan
o ejaan dan tanda baca.
Kriteria
poster yang baik berdasarkan aspek –aspek tersebut akan dipaparkan secara rinci
seperti berikut ini. Tampilan poster harus sederhana tetapi sudah cukup untuk
mewakili ide. Selain itu, gambar juga harus sesuai dengan kata atau kalimat
slogan. Tampilan poster yang baik adalah yang bersih dan menarik pembaca.
Sementara itu, isi poster juga cukup berisi tema yang sederhana. Yang perlu
diperhatikan adalah isi poster baik itu gambar dan slogan harus sesuai dengan
tema. Dengan demikian, maksud atau tujuan poster jelas sehingga dapat menarik
perhatian pembaca.
Slogan
yang dipakai dalam penulisan poster berupa kata atau kalimat. Kata atau kalimat
yang digunakan harus menggunakan kata-kata yang persuasif karena poster
bertujuan untuk mengajak atau mempengaruhi pembaca. Selain itu, kata atau
kalimat yang digunakan harus ringkas dan efektif namun cukup mewakili ide.
Diksi yang digunakan juga harus tepat agar tidak menimbulkan makna ganda.
Kalimat yang digunakan harus sesuai dengan gambar untuk membantu pemahaman
pembaca.
Selain
penggunaan kalimat, penggunaan ukuran dan bentuk tulisan juga mempengaruhi
tampilan poster. Bentuk tulisan yang baik adalah jelas/dapat dibaca. Selain
itu, tulisan juga harus rapi. Penggunaan bentuk atau ukuran yang variatif juga
diperkenankan. Selain memperindah, poster, bentuk tulisan yang variatif juga
dapat mempertegas maksud poster. Dari segi tampilan, bentuk tulisan tidak boleh
mengurangi peran gambar. Jadi, penempatan dan ukuran tulisan juga harus
diperhatikan.
Penggunaan
kata atau kalimat dalam poster tidak terlepas dari ketepatan ejaan dan tanda
baca. Tulisan dan tanda baca yang digunakan harus sesuai dengan ejaan yang
disempurnakan. Penggunaan tanda baca juga perlu dipertimbankgan. Tanda baca
tidak boleh berlebihan. Penggunaan tanda baca sebaiknya benar-benar mempertegas
maksud poster.
BAB IV
PENUTUP KESIMPULAN
Sebagaimana
dijelaskan pada landasan teori di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan
bahwasannya di dalam teknik menulis berita seorang penulis haruslah mengetahui
betul keadaan / kondisi pembaca pada masa sekarang ini, dengan begitu dia baru
bisa menentukan berita yang seperti apa yang harus dimuat dan bagaimana cara
menyuguhkannnya kepada para pembaca, sehingga bisa menghasilkan sebuah berita
yang berkualitas dan layak jual.
Sedangkan
didalam menulis poster juga diperlukan keterampilan yang khusus , tidak semua
orang mampu menulis poster , dan semua orang orang akan bisa melakukan nya jika adanya
sebuah inovasi dan sebuah strategi
belajar yang baru dalam pembelajaran menulis poster.
Demikianlah
makalah yang kami buat, semoga bisa memberikan manfaat kepada para pembaca dan
sekaligus bisa digunakan sebagai referensi bagi pembaca di dalam menulis
berita, khususnya mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan ( fkip )
prodi pendidikan bhasa sastra indonesia .
Penulis
mengakui bahwasannya makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna,
maka dari itu, kami mengharap saran yang konstruktif dari para pembaca demi
tersempurnakannya makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Sumadiria, AS Haris.2008. JURNALISTIK
INDONESIA; Menulis beita dan feature. Bandung : SIMBIOSA REKATAMA MEDIA.
Barus, Sedia Willing. 2011. JURNALISTIK;
Petunjuk Teknis Menulis Berita, Jakarta: ERLANGGA dan Macintosh Mac Pro.
Akhadiah, Sabarti dkk. 1988. Pembinaan
Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2002.
Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Gie, The Liang. 2002. Terampil Mengarang.
Yogyakarta: Andi.
Hasnun, Anwar. 2006. Pedoman Menulis untuk
Siswa SMP dan SMA. Yogyakarta: Andi.
Komaidi, Didik. 2011. Panduan Lengkap Menulis
Kreatif: Teori dan Praktek. Yogyakarta: Sabda Media.
